“Ini kami sedang proses pencocokan nilai asli yang dimiliki siswa dengan data di e-rapor.”
ADITIYA CHANDRA PRASETIYA
Wakil Kepala SMAN 15 Bidang Kurikulum
SURABAYA – Hingga kemarin (12/1), baru sembilan SMA/SMK dan MA di Surabaya yang mulai mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dengan status menggunakan e-rapor.
Sementara, dari data Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) terdapat 134 sekolah yang tercatat belum menggunakan e-rapor.
Sebagian dari sekolah tersebut masih mempertimbangkan penggunaan e-rapor untuk pengisian PDSS selanjutnya.
Baca Juga: Sekolah di Surabaya Cek Berlapis Nilai Rapor Siswa
Pertimbangan tersebut dikarenakan beberapa kendala sinkronisasi nilai.
Wakil Kepala SMAN 15 Bidang Kurikulum Aditiya Chandra Prasetiya mengatakan, ada beberapa nilai mata pelajaran (mapel) yang tidak muncul dalam e-rapor.
’’Ini kami sedang proses pencocokan nilai asli yang dimiliki siswa dengan data di e-rapor,’’ jelasnya.
Baca Juga: Sinkronisasi E-Rapor SMA di Kota Malang Terkendala Perubahan Sistem
Dia mengatakan, pihak sekolah telah mengajukan tiket laporan ke pihak SNPMB.
Dia berharap proses ini bisa segera rampung.
Dengan begitu, proses pengisian PDSS bisa segera dimulai.
Wakil Kepala SMAN 6 Bidang Kurikulum Irfa Rochimah Alfi juga menemui kendala yang sama.
Ada beberapa nilai mapel siswa yang belum tersinkronisasi.
Pihaknya mulai membuka opsi pengisian PDSS secara manual.
’’Tapi koordinasi ini masih bersifat internal sekolah,’’ ucapnya.
Sekolah berupaya secepat mungkin membereskan pengisian PDSS karena tenggat masa pengisian yang lebih pendek tahun ini.
Sebelumnya, beberapa SMA dan sederajat masih mempertanyakan teknis pengisian PDSS dengan cara manual atau e-rapor.
Salah satu fokus adalah apakah operator bisa kembali ke laman awal untuk berganti prosedur dari e-rapor ke manual.
Jika kendala sinkronisasi tak segera rampung, sekolah takut jika nilai siswa yang hilang memengaruhi penerimaan SNBP nantinya. (dya/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana