Modus Baru Curanmor dalam Sebulan Terakhir
SURABAYA – Semakin canggih teknologi yang tersemat dalam sepeda motor tak membuat pencuri hilang akal.
Ada modus baru yang tengah marak terjadi di Kota Pahlawan.
Yakni pencuri menggasak sepeda motor dengan cara di -stut.
Jadi, pelaku mendorong motor curian seolah dalam kondisi mogok.
Pelaku memanfaatkan situasi tersebut ketika pemilik kendaraan tidak mengunci setang.
”Satu orang naik, kemudian didorong oleh temannya dari belakang,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan saat pengungkapan kasus curanmor dalam kurun waktu sebulan terakhir di Mapolrestabes Surabaya kemarin (16/1).
Semakin masifnya kendaraan memakai keyless key hingga remote alarm nyata nya masih belum aman.
Hal itulah yang membuat pelaku beralih dari kunci T dan lebih memilih mendorong sepeda motor.
Dengan kata lain, pencuri tak perlu susah payah melakukan aksi seperti menggunakan kunci T.
Hasil penggasakan lantas diarahkan ke bengkel untuk membobol kunci sepeda motor.
Selain stut dan kunci T, modus lainnya adalah menggasak sepeda motor yang kuncinya tertinggal di kendaraan.
Dalam kasus tersebut, polrestabes mencatat ada 10 kasus yang memanfaatkan kelalaian pemilik/pengguna motor.
Dalam pengungkapan kasus curanmor kemarin, polrestabes menangkap 32 tersangka dari 62 tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara unit kendaraan yang diamankan adalah 14 motor.
”Akan dipublikasikan dan (motor) dikembalikan ke pemilik. Tidak dipungut biaya,” tutur Luthfie.
Muhammad Eka Dana Putra termasuk salah seorang yang mengambil motornya kemarin.
Dia tampak semringah kendaraannya berhasil dikembalikan.
Terlebih, motor tersebut merupakan kendaraan operasional untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari.
”Saya bersyukur motor bisa ditemukan. Jadi, bisa saya gunakan untuk bekerja mengantar paket lagi,” bebernya.
Setelah kembali, Eka akan lebih meningkatkan kewaspadaan.
Utamanya ketika parkir di tempat yang sepi.
Mengingat para pencuri memanfaatkan keadaan sepi untuk menggasak sepeda motor. (leh/c6/dns/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana