SURABAYA - Penambahan jalan baru bakal dilakukan Pemkot Surabaya.
Rencananya, jalan baru itu menghubungkan Jalan Dharmahusada dengan middle east ring road (MERR).
Saat ini, calon jalan baru tersebut masih berupa lahan kosong, serta sebagian lainnya sebagai permukiman.
Namun, salah satu tujuan penting dalam pembangunan jalan baru itu tak sebatas membuka akses dan mobilitas baru.
’’Upaya ini untuk memecah kepadatan kendaraan, penghematan energi dan bahan bakar. Termasuk upaya untuk menekan polusi kendaraan,’’ ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat kemarin (22/1).
Selama ini, untuk menuju kawasan MERR dari Dharmahusada atau Gubeng, harus melintasi Jalan Kertajaya dan mengakses simpang empat KONI.
Meski begitu, pemkot masih proses identifikasi lahan.
Kendati, feasibility study atau studi kelayakan tuntas tahun lalu.
’’Gambaran awal memang tahun ini, tapi belum bisa direalisasikan secepatnya. Kami masih terus identifikasi kawasan,’’ katanya.
Meski begitu, pihaknya optimistis pembangunan jalan penghubung tersebut salah satu upaya mendukung laju pertumbuhan ekonomi.
Sebab, sebagian kawasan telah masuk pada peruntukan perdagangan dan jasa, ruang terbuka dan permukiman.
Irvan mengungkapkan, proses tersebut juga sebagai ikhtiar untuk realisasi compact city atau kota kompak yang sudah direalisasikan bertahap sejak tahun sebelumnya.
’’Konsep ini salah satunya berlaku di kawasan surabaya timur. Tidak hanya fokus terkait pembangunan jalan baru, tapi juga di peningkatan kualitas jalan,’’ jelasnya.
Selain itu, salah satu realisasi terwujudnya kota kompak adalah optimalisasi angkutan umum.
Menurut Irvan, transportasi publik yang terintegrasi seperti terhubungnya antar koridor akan mempermudah akses warga.
Salah satu contoh nyata ke terhubungan itu dengan dibukanya jalan baru Kedung Baruk sisi selatan. (zam/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana