SURABAYA - Tingkat keterisian Trans Semanggi Suroboyo koridor 3L cukup stabil.
Selama 10 hari mengaspal, tingkat keterisian berada di kisaran 70-80 persen.
Bus rute Terminal Purabaya-Kenjeran Park itu jadi pilihan warga.
Manajer Operasional BTS Trans Semanggi Suroboyo Bambang Suprojo mengatakan, bus diesel yang beroperasi di koridor 3L mengalami tren positif.
Tiap hari sebanyak 13 armada beroperasi.
Hanya menyisakan satu armada untuk kebutuhan cadangan.
’’Itu berdampak ke masa tunggu bus, sejauh ini target 15 menit tercapai,’’ katanya kemarin (27/1).
Terlambat pun disebabkan faktor lain, misalnya kemacetan.
Namun, masa tunggu tak lebih dari 20 menit antara bus satu dengan sebelumnya.
Soal tingkat keterisian, pihaknya melihat secara langsung di lapangan.
Dalam satu bus, terdapat 15-17 penumpang dari 19 tempat duduk.
Bambang mengaku, ada beberapa inovasi yang tengah disiapkan untuk menunjang pelayanan transportasi publik di koridor 3L.
Salah satunya, melalui telematika audio visual.
Pihaknya tengah melengkapi bus dengan informasi yang akurat terkait titik halte dan rute lain baik di dalam maupun luar bus.
’’Kami juga monitor langsung melalui kamera pengawas dan GPS. Termasuk memudahkan komunikasi dengan handy talky,’’ jelasnya.
Proses itu sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang.
Bambang memprediksi, tingkat peningkatan penumpang meningkat besok (29/1).
Saat itu, bus 3L dimanfaatkan warga untuk kembali dari kampung halaman dan kembali ke perantauan.
’’Siklusnya begitu. Dari Purabaya kembali ke Surabaya, ya ke Mulyorejo, Sukolilo dan wilayah dekat kampus,’’ tutup Bambang. (zam/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana