Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peredaran Uang Palsu Bikin Resah Pedagang

Aditya Novrian • Minggu, 2 Februari 2025 | 00:00 WIB
JADI KORBAN: Rodiyah, pedagang camilan menunjukkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. (POLSEK MANYAR FOR JAWA POS)
JADI KORBAN: Rodiyah, pedagang camilan menunjukkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. (POLSEK MANYAR FOR JAWA POS)

GRESIK – Pedagang kecil di Kota Pudak dibuat resah dengan beredarnya uang palsu (upal) dalam sepekan terakhir.

Terakhir, pedagang camilan bernama Rodiyah menjadi korban.

Kasus tersebut kini tengah diselidiki Polsek Manyar.

Sejumlah alat bukti, mulai dari keterangan korban, saksi, hingga rekaman CCTV telah dikumpulkan.

”Masih dalam tahap penyelidikan untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku,” ujar Kapolsek Manyar AKP Dante Anan Irawanto kemarin.

Dari hasil penelusuran, pelaku diduga kerap menyasar pedagang kecil dengan tujuan mendapatkan uang kembalian yang asli.

”Sementara korban menerima upal meskipun dengan nominal besar,” terangnya.

Diduga jumlah korban yang menerima upal tidak sedikit.

Karena itu, pihak kepolisian meminta warga yang merasa menjadi korban segera melapor.

”Sejauh ini baru satu korban yang teridentifikasi.

Jika ada petunjuk lainnya, penyelidikan akan lebih mudah,” beber mantan Kapolsek Menganti itu.

Rodiyah, pedagang camilan di Perum Permata Suci (PPS), sehari-hari berjualan menggunakan tempeh.

Ketika di perumahan tersebut, dia bertemu dengan seorang pemuda tak dikenal.

”Uang itu saya terima dari pria muda yang mengendarai sepeda motor.

Dia meminta dilayani cepat, setelah selesai langsung buru-buru pergi,” keluhnya.

Dia diberi pecahan Rp 100 ribu.

Sedangkan pelaku hanya membeli dagangan seharga Rp10 ribu.

Rodiyah tak sempat mengecek kondisi uang yang diterima.

”Saya langsung beri kembalian Rp 90 ribu ke dia (pembeli),” ujarnya. (yog/ris/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#upal #kota pudak #pedagang resah #polsek manyar