SURABAYA – Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day memang bukan budaya asli Indonesia.
Namun, bagi sebagian orang mengungkapkan rasa sayang setiap tanggal 14 Februari menjadi momen spesial.
Kalimat say it with flowers atau katakan dengan rangkaian bunga masih ampuh saat momen tersebut.
Hal tersebut yang membuat penjualan buket bunga meningkat hingga 4-6 kali lipat dibanding hari biasa.
’’Paling ramai biasanya pada hari H. Pada 15 Februari juga biasanya masih ramai,’’ kata Raudah Naura, pemilik Toko Bunga Vike’s di Pasar Bunga Kayoon, kemarin (13/2).
Naura mengungkapkan beberapa hari terakhir pembeli ramai mendatangi tokonya.
Mayoritas mereka yang datang memilih buket bunga mawar.
Nabilah Dinda, pedagang bunga lainnya, menyebutkan bunga mawar masih menjadi incaran.
Tak jarang, bunga impor pun dicari para pembeli.
’’Harga mawar juga naik dua kali lipat. Biasanya kami jual Rp 5 ribu untuk bunga lokal, sekarang jadi Rp 10 ribu,’’ ucapnya.
Bunga mawar impor dengan tampilan kelopak yang lebih gemuk bisa dibanderol Rp 25 ribu per tangkainya.
’’Tapi kalau impor tidak bisa hari H. Harus H-2 pesannya,’’ lanjutnya.
Beberapa bunga impor lain yang dicari adalah bunga Lili, Peony, hingga Tulip.
Satu buket bunga Tulip berisi 10 tangkai dijual seharga Rp 650 ribu.
Naik 36 persen dari harga biasa.
Selain itu, penjualan produk dikombinasi dengan barang yang banyak diincar.
Seperti boneka beruang dan cokelat.
Para penjual buket mengkreasikan produk-produk tersebut dengan bunga artifisial.
Naura menambahkan, pembeli buket masa kini masih didominasi para remaja hingga dewasa muda.
’’Dari usia sekolah sampai mahasiswa yang paling banyak. Kalau bapak-bapak jarang sekali,’’ ucapnya. (dya/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana