Aditya Novrian• Senin, 17 Februari 2025 | 19:10 WIB
Sumber: Reportase Jawa Pos
Dewan Ingatkan Penertiban Bangli dan Normalisasi
SURABAYA – Pemkot menargetkan Surabaya bebas genangan pada 2028.
Untuk mencapai target itu, pemkot telah merancang program penanganan banjir.
Total ada 3.774 proyek yang akan dikerjakan.
Sumber: ReportaseJawa Pos
Kepala Badan Perencana an Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, 3.774 proyek penanganan banjir itu dibagi menjadi dua, skala kota dan perkampungan.
Untuk skala kota jumlahnya 334 pekerjaan.
Selebihnya, 3.440 pekerjaan di perkampungan.
”Mayoritas di perkampungan karena didapatkan dari usulan musrenbang,” ucapnya.
Jenis proyek penanganan banjir itu beragam.
Mulai pembuatan boezem, normalisasi saluran, penggantian u-ditch atau box culvert, hingga pelebaran dimensi saluran dengan menyesuaikan kondisi saat ini.
”Kami menargetkan pekerjaan di perkampungan selesai tahun depan,” ujar Irvan.
Proyek penanganan genangan di perkampungan memakai dua pos anggaran.
Yaitu dana kelurahan (dakel) dan sebagian dari dana pinjaman.
Untuk proyek skala kota, kata Irvan, menggunakan dana pinjaman.
Nominal nya sekitar Rp 3,3 triliun.
Pengerjaanya ditarget selesai pada 2028.
”Penanganan banjir dibuat per kawasan agar bisa fokus,” jelasnya.
Penyelesaian proyek penanganan banjir skala kota memang lebih lama ketimbang perkampungan.
Sebab, proyek itu dikerjakan dengan utang.
Menurut Irvan, pemkot mendapatkan dana pinjaman secara bertahap.
”Kami menargetkan Surbaya bebas genangan pada 2028. Namun juga harus melihat besaran volume hujan seperti apa,” terangnya.
Irvan menambahkan, setiap tahun pihaknya berupaya mengurangi titik genangan.
Pada 2023, pemkot berhasil mengurangi 219 titik genangan.
Tahun lalu kembali berkurang menjadi 180 titik genangan.
”Pada 2028, tidak ada lagi titik genangan,” paparnya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengungkapkan, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) penanganan banjir yang harus diselesaikan pemkot.
Pertama penertiban bangunan liar (bangli).
Pihaknya masih mendapati bangli yang menutupi saluran.
Selanjutnya adalah normalisasi.
Surabaya, kata Aning, merupakan kota muara sungai-sungai besar.
Karena itu, pemkot harus memastikan drainase dan sungai dikeruk secara berkala.
Yang tidak kalah penting yakni pembangunan rumah pompa baru.
”Surabaya Drainage Masterplan (SDMP) juga harus dibenahi agar sesuai kondisi saat ini,” ucap politisi PKS itu. (omy/gal/aph/adn)