SURABAYA – Sejumlah konter handphone (HP) di Surabaya maupun Sidoarjo diduga menjadi korban penipuan dengan modus top-up dompet digital (e-wallet).
Kasus itu terungkap dari video yang beredar di media sosial Facebook dan X.
Dalam video memperlihatkan seorang wanita diduga kabur setelah pemilik konter top-up sejumlah uang di akun e-wallet.
Wanita itu pergi tanpa membayar uang yang telah di-top-up dengan dalih mengambil dompet yang tertinggal.
Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi membenarkan sejumlah akun media sosial X telah menandai akun Humas Polrestabes Surabaya dalam unggahan video dugaan penipuan itu.
Namun, hingga kini belum terungkap lokasi terjadinya kasus tersebut.
”Belum tahu modusnya. Itu ada akun X mengunggah postingan, lalu nge-tag akun Polrestabes Surabaya. Saat itu kami wajib (merespons, Red),” kata Rina kemarin (16/2).
Rina menyarankan siapa pun yang menjadi korban dugaan penipuan dengan modus top-up dana untuk segera melapor ke polisi.
Laporan itu penting bagi polisi untuk mengusut kasus dugaan tindak pidana tersebut.
”Kami harapkan kerja sama masyarakat. Ayo sama-sama jaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, Red). Kalau dirugikan tindak pidana, monggo melapor. Minimal kalau ada yang laporan, kami tahu kejadian itu di mana,” tuturnya. (gas/c6/dns/and)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana