SURABAYA – Rencana pemkot menerapkan work from anywhere (WFA) bagi ASN menuai kritik dari Komisi A DPRD Surabaya.
Menurut dewan, sistem kerja pegawai yang tak perlu ngantor itu tidak efisien dan berpotensi mengganggu pelayanan publik.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengatakan, WFA tidak efisien.
Sebab, akan menurunkan kualitas layanan publik ke Masyarakat.
”Kami tidak antipati dengan efisiensi. Namun, jika menurunkan efektivitas kerja ASN, jelas kami tidak sepakat,” paparnya.
Menurut dia, layanan tatap muka tetap diperlukan.
Itu untuk memfasilitas warga yang belum terbiasa memakai gadget dalam mengakses pelayanan.
Pengawasan pegawai yang WFA juga harus menjadi perhatian pemkot.
”Pemkot harus menjamin ASN tetap bisa produktif, etos kerja terjaga, dan tidak fokus ke teknologi saja saat WFA,” ujar politisi Gerindra itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemkot menggulirkan rencana ASN bekerja di luar kantor atau WFA.
Itu sebagai tindak lanjut dari instruksi presiden tentang efisiensi.
Dengan bekerja di luar kantor, harapannya dapat menekan pengeluaran pemkot. (gal/aph/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana