SURABAYA - Hutan Bambu Keputih bakal dikembangkan mirip dengan Urban Forest Jakarta.
Ruang terbuka hijau (RTH) itu dalam waktu dekat dibangun jogging track hingga tenant UMKM.
Camat Sukolilo Muhammad Zul Chaidir menyampaikan, pihaknya ingin menyulap hutan bambu itu agar memiliki nilai lebih.
Tidak sekadar menonjolkan aspek rerimbunan pohon, tapi juga memiliki sarana penunjang untuk menggaet lebih banyak pengunjung.
”Potensinya sangat besar untuk pengembangan lanjutan, inginnya menjadi hutan kota yang juga bisa menjadi destinasi wisata,” jelasnya kemarin (24/2).
Usulan konsep itu telah dibicarakan dengan DLH Surabaya.
Kini, menunggu area mana saja yang diperbolehkan untuk dikelola kecamatan.
Setelah itu, berlanjut ke layout area yang lebih spesifik agar selaras dengan area lain.
”Jangan sampai konsep nantinya malah menyalahi aturan, termasuk berapa persen dari RTH yang boleh dibangun,” tuturnya.
Pihaknya juga menggandeng warga sekitar untuk mengisi keberadaan tenant untuk menggerakkan ekonomi wilayah secara mikro.
”Saat ini tengah proses pendataan, survei, dan menyeleksi UMKM warga. Bukan sekadar yang berminat, tapi harus memiliki daya saing,” tutur Zul.
Dia berencana kolaborasi dengan perguruan tinggi sekitar untuk bantuan pelatihan atau corporate social responsibility.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Surabaya Myrna Augusta Dewi mengatakan, konsep awal saat ini berupa pasar bertema bambu yang berfokus pada kuliner tradisional.
Pengerjaan berjalan paralel antarinstansi, termasuk usulan penambahan gazebo.
”Perbaikan akses diakomodasi dengan tambahan tangga karena jalannya menanjak, serta dikasih batu kali untuk mencegah longsor,” paparnya.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya juga turut mengonsep pengembangan itu.
”Estimasi pengerjaan kalau bisa Ramadan sudah rampung, tapi kita lihat kondisi di lapangan nantinya,” tutur Myrna. (dho/nor/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana