SURABAYA - Puluhan rumah di Kedung Baruk terendam hingga satu meter pada Selasa (25/2) malam.
Pantauan Jawa Pos kemarin (27/2), rumah warga di Kecamatan Rungkut itu sudah tak lagi tergenang.
Warga sibuk mengeringkan barang barangnya yang basah dan terendam.
Mustofa, salah seorang warga menyampaikan, air sudah mulai surut sejak Rabu (26/2) malam sekitar pukul 23.00.
Itu setelah petugas lintas instansi melakukan penyedotan air selama seharian penuh.
Warga baru kembali pulang ke rumah kemarin (27/2) pagi setelah mengungsi di masjid terdekat.
”Ini tinggal genangan genangan kecil yang sudah enggak bisa disedot pakai mesin, harus manual,” terangnya, kemarin.
Barang-barang warga pun terlihat dijemur di depan rumah. Mulai sangkar burung, kasur, bantal, maupun lainnya.
Beruntung Mustofa masih bisa menyelamatkan dokumen dokumen penting keluarga.
Menurutnya, kejadian itu merupakan yang paling parah terjadi lantaran ada kebocoran di bagian belakang pemukiman.
”Sumber kebocoran sudah ditemukan petugas, tadi pagi dibawakan bambu dan lain-lain buat menutup,” tuturnya.
Dirinya dan warga sekitar sibuk membersihkan lingkungan maupun bagian dalam rumah.
Mustofa dan warga lainnya berharap ada penanganan lebih lanjut agar peristiwa itu tidak terulang.
Sementara itu, Camat Rungkut Maskur menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pengajuan usulan pembuatan pintu air.
Itu bertujuan agar ketika air dari Kali Jagir meluap, tidak mengarah ke pemukiman warga.
Saat ini memang sudah ada pintu air bekas pabrik tahu, tetapi tidak berfungsi optimal.
”Untuk titik kebocoran sudah ditemukan, tidak ada titik kebocoran lain,” ujarnya. (dho/nor/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana