Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BMKG Mengimbau Pemerintah Daerah untuk Lebih Responsif terhadap Cuaca Ekstrem

Aditya Novrian • Kamis, 6 Maret 2025 | 19:45 WIB

Logo BMKG.
Logo BMKG.

RADAR MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya respons yang cepat dari pemerintah daerah terhadap peringatan cuaca ekstrem.

Peringatan ini disampaikan setelah beberapa daerah di Indonesia mengalami curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Wilayah Indonesia yang mengalami cuaca ekstrem diantaranya Kota Cirebon, Riau, Kabupaten Bogor, Kabupaten Mimika, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Manggarai.

Baca Juga: Keterlambatan BMKG Beri Peringatan Gempa di Jogja, Efisiensi Dipertanyakan

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan bahwa meskipun BMKG telah secara aktif menyebarkan informasi cuca terkini melalui berbagai saluran komunikasi.

BMKG telah mengupayakan informasi tersampaikan melalui situs web, aplikasi mobile, SMS, dan media sosial namun kesiapan daerah dalam menanggapi peringatan dini masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Perubahaan Cuaca Sebelum Mudik Lebaran, Pantau Informasi Cuaca Secara Berkala

Perlu diketahui bahwa peringatan dini bukan sekadar informasi, tetapi tindakan nyata yang dilakukan dalam merespons cuaca ekstrem yang akan datang dengan mengupayakan mitigasi risiko, baik dari segi korban maupun kerugian materiil.

“Kami terus menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem melalui berbagai kanal komunikasi resmi. Namun, efektivitas peringatan dini juga sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam meresponsnya dengan langkah konkret,” ucap Dwikorita di Jakarta, Selasa (4/3).

Baca Juga: BMKG Malang Pantau 20 Sensor Identifikasi Gempa

“Diperlukan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan masyarakat guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi secara lebih cepat dan efektif,” lanjutnya.

BMKG siap memberi dukungan lebih lanjut kepada daerah-daerah, terutama yang dipimpin oleh kepada daerah baru, agar pemahaman tentang sistem peringatan dini dapat dioptimalkan dan diterapkan dalam tindakan mitigasi yang efektif.

Selain itu, BMKG mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengakses informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG.

Baca Juga: Siklon Tropis Taliah Menjauh, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Masih Terjadi di Indonesia Hingga 13 Februari 2025

Dengan adanya kolaborasi yang kuat pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Masyarakat yang tinggal di daerah banjir dan rawan longsor diminta untuk lebih waspada terutama saat hujan deras.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengintai Kabupaten Malang hingga Lima Hari ke Depan

“Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dan perlu diwaspadai, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terdampak cuaca ekstrem,” jelas Guswanto.

BMKG juga meminta masyarakat untuk mematuhi peringatan dini terkait cuaca ekstrem, khususnya bagi nelayan dan operator transportasi laut yang berisiko terkena dampak gelombang tinggi.

BMKG mengimbau semua pihak, baik masyarakat, pemerintah daerah, maupun instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan. (tiwi)

 

Editor : Aditya Novrian
#pemerintah daerah (pemda) #BMKG #dwikora karnawati #cuaca ekstrem