SURABAYA – Ada 45 kampung tematik yang kini eksis di Kota pahlawan. Melihat dampak ke masyarakat yang besar, rencana pembentukan kampung tematik baru bakal dilakukan.
Bappedalitbang Surabaya berencana menambah 99 kampung unik lagi tahun ini.
Kampung tematik di konsep sebagai permukiman yang memiliki nilai positif dari berbagai sisi.
Dari sini, warga menjadi lebih kreatif menciptakan inovasi serta mandiri dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga.
Kampung itu bergerak di bidang yang berbeda-beda.
Misalnya di Kampung Kranggan RW 1, Bubutan, warga memproduksi batik orang Kranggan (Okra) dan berkembang menjadi destinasi wisata edukasi.
“Tidak hanya memproduksi, warga menjadi pelatih.
Banyak mahasiswa lokal atau mancanegara berkunjung ke sini untuk belajar membuat batik tulis.
Ibu juga sering diundang menjadi pembicara pada kampus dan kampung lain,” kata Ketua RW 1 Kranggan Ridi Sulaksono.
Kepala Bappedalitbang Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan kampung tematik berhasil membentuk kemandirian warga dan meningkatkan ekonomi kreatif.
Secara tidak langsung, kampung tematik berhasil menarik wisatawan lokal dan mancanegara.
Mereka datang untuk belajar kearifan lokal milik masyarakat setempat. Misalnya Kampung Lawas Maspati.
Cukup sering wisatawan mancanegara berkunjung ke lokasi tersebut.
Selain menikmati suasana lingkungan kampung, mereka belajar cara memainkan permainan tradisional dan mencicipi kuliner khas Surabaya.
“Tahun ini, kami menargetkan setiap kelurahan ada kampung kreatif itu. Kurang 99 titik lagi,” kata Irvan.
Untuk mencapai target, lurah sudah diinstruksikan untuk membentuk kampung tematik di setiap lingkungan tugas mereka.
Berbagai dukungan diberikan, seperti pembinaan dan bantuan modal atau simpan pinjam dari pihak lain. (ian/gal/adn)
Editor : A. Nugroho