SIDOARJO – Jembatan yang menghubungkan antara Desa Banjarsari di Kecamatan Buduran dengan Jalan Lingkar Timur rusak cukup parah.
Jembatan sepanjang dua meter tersebut hampir patah.
Kondisinya berlubang lebih dari satu meter ldi tengahnya.
Sejumlah kendaraan yang lewat harus berhati-hati agar tidak masuk ke lubang.
“Mobil bisa lewat di sisi baratnya, yang motor di sisi kirinya,” kata Lukman, salah satu warga.
Bahkan, karena menghindari lubang, bumper belakang sejumlah mobil mengenai patahan jembatan saat akan melewati jembatan tersebut.
“Lubangnya sejak Rabu (19/3), semakin parah saat terkena genangan air,” jelasnya.
Sehingga, sejumlah warga harus turun tangan mengatur kendaraan bergantian lewat.
Penanda juga dipasang di sisi selatan dan utara jembatan.
“Kalau truk tidak bisa lewat, dialihkan lewat Gedangan untuk memutar, khawatir di sini jebol,” ungkap pria 41 tahun itu.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi langsung melihat langsung kondisi Jembatan Banjarsari.
Subandi bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo mengecek dan mencari cara agar jembatan bisa dilalui.
“Jembatan ini nanti akan diupayakan ditutup atau ditambal dulu yang sifatnya sementara,” katanya.
Pekan depan akan dikerjakan DPUBMSDA Sidoarjo. Setidaknya, bisa menjadi langkah awal agar masyarakat masih bisa melewati jalan tersebut.
“Agar nanti saat lebaran mobilitas warga Banjarsari yang mau ke luar bisa lebih aman,” paparnya.
Perbaikan permanen baru bisa dilakukan setelah Lebaran.
Subandi mengatakan, jembatan tersebut berada di jalur perencanaan perbaikan jalan di tahun ini.
Dia juga meminta ke Kades Banjarsari untuk menurunkan sejumlah warga atau relawan untuk mengatur dan mengawasi kondisi jembatan.
Sampai nantinya dilakukan perbaikan. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho