Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Surabaya Kebut Pembangunan Fasilitas Pendukung Gerbang Logistik IKN

Aditya Novrian • Minggu, 6 April 2025 | 02:01 WIB
Grafis modal superhub megapolitan.
Grafis modal superhub megapolitan.

Pemkot Target Proyek Tuntas dalam Dua Tahun

SURABAYA – Ibu Kota Negara (IKN) akan beroperasi penuh pada 2028 mendatang.

Surabaya disebut sebagai salah satu pintu masuk lalu lintas barang dan jasa paling strategis.

Pemkot Surabaya memastikan akan mengebut penyiapan infrastruktur pendukung sebagai superhub megapolitan dalam dua tahun mendatang.

Surabaya akan fokus pada pemenuhan kebutuhan infrastruktur.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021-2026, peran metropolis akan meningkat menjadi megapolitan.

Pelayanan sebagai kota penghubung akan semakin kompleks.

Sekretaris Bappedalitbang Surabaya Dwi Djajawardana menjelaskan, dalam dua tahun ke depan akselerasi pembangunan dilakukan untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan.

Infrastruktur penghubung ke bandara, pelabuhan, dan angkutan rel masuk prioritas.

Seperti Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), Surabaya East Ring Road (SERR), Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), hingga pelebaran Jalan Menganti Lidah Wetan.

”Moda transportasi darat, udara dan laut di Surabaya sudah ada. Posisinya sangat strategis. Pembangunan infrastruktur itu akan menggunakan kombinasi APBD nda APBD ,” paparnya.

Dwija mengatakan, JLLB akan segera dilanjutkan dalam waktu dekat.

Saat ini pemkot juga fokus mempercepat penyerahan PSU di simpang empat sebidang sisi Romokalisari.

”Targetnya tahun ini penyerahan lahan aset selesai,” paparnya kemarin (3/4).

Sedangkan JLLT baru akan dimulai tiga tahun lagi.

Untuk konektivitas jalan di sisi timur, pemkot sedang mematangkan desain SERR yang membentang dari Kedung Cowek hingga Gunung Anyar.

Proyek strategis nasional (PSN) tersebut ditargetkan tahun ini finalisasi desain.

Sehingga tahun depan, tahapan sosialisasi dan pembebasan lahan dapat dikerjakan.

Banjir menjadi kendala yang dihadapi Surabaya yang bisa menghambat arus logistik barang dan jasa.

Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo menjelaskan, sejumlah proyek menyasar penun tasan banjir di jalur utama perdagangan, seperti proyek diversi Babat Jerawat.

”Estimasi pengerjaan pertengahan tahun. Anggaran yang disiapkan Rp 50 miliar dan pengerjaan 400 meter,” tuturnya. (ata/gal/adn)

Editor : A. Nugroho
#Surabaya #Gerbang #proyek #Logistik #IKN