SIDOARJO – Kebutuhan lahan untuk pembangunan flyover Gedangan bertambah.
Semula, pemkab membutuhkan lahan 12.500 meter persegi.
Namun setelah kajian ulang, luas lahan yang dibutuhkan mencapai 13.400 meter persegi.
Pemkab menarget pembebasan lahan itu bisa tuntas dalam dua tahun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, penambahan luas itu merupakan penyesuaian selepas koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.
”Menyesuaikan karena ada yang menekuk, minta agar desain nya jadi menikung atau belok, tidak lurus seperti yang sebelumnya,” jelasnya.
Dwi mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya mulai bergerak untuk proses selanjutnya.
Salah satunya adalah persiapan penetapan lokasi (penlok) yang akan dimulai pada pertengahan April ini.
Setelah persiapan penlok dimulai pada April, rencana berikutnya adalah penetapan titik lokasi pada akhir bulan yang sama.
”Penlok ini nantinya akan menentukan titiktitik mana saja yang akan dibebaskan untuk proyek ini,” paparnya.
Flyover Gedangan dirancang memiliki panjang sekitar 500 hingga 600 meter dengan lebar 19 meter.
Jalan layang ini akan memiliki dua jalur dan empat lajur, dengan masing-masing dua lajur mengarah ke utara dan dua lajur ke selatan.
Pemkab Sidoarjo berharap keberadaan flyover Gedangan bisa menjadi solusi permanen untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut.
Sebab, jalur tersebut merupakan salah satu titik krusial bagi kendaraan dari dan menuju Surabaya, termasuk angkutan logistik dan kendaraan besar lainnya. (eza/ uzi/adn)
Editor : A. Nugroho