GRESIK – Komplotan perampok bersenjata api (senpi) beraksi di Jalan Raya Krikilan, Driyorejo, Senin (14/4) siang.
Junaidatur Rabiah dan Hermanto, dua pegawai SPBU menjadi korban kejahatan yang dilakukan oleh empat orang tersebut.
Dia diincar perampok karena tengah membawa kantong kresek berisi uang senilai Rp 200 juta.
Rencananya, uang itu hendak disetor ke bank untuk keperluan memesan BBM.
Para bandit pun langsung menghadang dan merampas uang yang dibawa korban.
Namun, tak semua uang digondol para bandit.
Total hanya Rp 130 juta yang dibawa lari.
Warga sekitar pun melihat aksi kejahatan tersebut.
Namun celaka bagi Ibnu Sandi Kurniawan, 28. Dia yang hendak menolong korban justru ditembak para bandit.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uwais Al-Qarni Aziz mengungkapkan, wajah pelaku kini tengah diidentifikasi.
Korban mengaku tidak hafal betul jumlah pelaku sebenarnya.
Termasuk ciri-ciri wajah para bandit.
Mereka semua menggunakan jaket dan helm penutup hingga sulit untuk dikenali.
”Jumlah pelaku masih kami dalami, berikut juga sarana maupun senjata api yang digunakan untuk melukai warga yang akan menolong,” beber Alumnus Akpol 2015 itu.
Polisi juga masih menunggu pemulihan kondisi Ibnu yang mengalami luka tembak kaki kanan.
Warga Kecamatan Tulangan, Sidoarjo itu sudah dirujuk ke RS Anwar Medika Sidoarjo untuk dilakukan tindakan medis lanjutan.
”Kondisinya berangsur pulih,” tandas mantan Kasatreskrim Polres Jember itu.
Pihaknya pun telah membentuk tim khusus.
Termasuk aktif berkoordinasi dengan jajaran Ditreskrimum Polda Jatim.
”Dari modusnya, ada dugaan dilakukan oleh pelaku berpengalaman. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” tandas Abid. (yog/jun/adn)
Editor : A. Nugroho