SINGOSARI – Jembatan Wonorejo yang menghubungkan dua dusun, yakni Blandit dan Banyol, mulai diperbaiki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Selama pengerjaan berlangsung, akses warga melalui jembatan darurat.
Dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, lelang proyek perbaikan jembatan dimulai sejak 8 Februari lalu.
Lelang dimenangkan oleh CV Traga Jaya dengan harga penawaran Rp 533,15 juta.
Sedangkan pagu yang disediakan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mencapai Rp 750 juta.
Pantauan koran ini, jembatan sudah dibongkar total.
Sehingga untuk sementara tidak bisa diakses.
Sebagai alternatif, warga menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari bambu.
Jembatan berjarak sekitar 20 meter dari jembatan utama yang proses diperbaiki.
Lebarnya hanya sekitar 23 meter.
Sehingga hanya bisa dilalui satu motor.
”Perkiraan jembatan bisa selesai dalam waktu tiga bulan,” ujar Agung, Pelaksana Lapangan CV Traga Jaya kemarin (12/5).
Saat ini, pihaknya memasang lantai kerja sebelum dilakukan pemasangan besi sebagai rangka jembatan.
Pengerjaan tersebut dilaksanakan oleh 15 orang yang hampir setiap hari bekerja.
”Sebelumnya, jembatan terlalu sempit, lebarnya hanya 3,6 meter. Terlalu berbahaya jika ada mobil yang berpapasan. Jadi ini dilebarkan,” imbuhnya.
Saat ini, jembatan dibangun dengan panjang sekitar 6,3 meter dan lebar 6 meter.
Dengan demikian, diharapkan pengguna jalan bisa lebih leluasa saat melewati jem batan tersebut.
Seperti diberitakan, tahun ini DPUBM Kabupaten Malang mengalokasikan biaya penanganan jembatan hingga Rp 27 miliar.
Rp 22 miliar di antaranya untuk pembangunan baru, sedangkan Rp 5 miliar untuk rehabilitasi jembatan.
Dalam LPSE Kabupaten Malang juga ada lelang tiga proyek tiga jembatan.
Yakni Jembatan Gumukmas di Bantur dengan pagu Rp 1,6 miliar, penggantian Jembatan Banjarejo di Donomulyo dengan pagu Rp 1 miliar, serta penggantian Jembatan Purworejo di Donomulyo dengan pagu Rp 750 juta. (yun/dan)
Editor : Aditya Novrian