Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

4 Jenis Pohon Pisang yang Tak Disarankan Ditanam Dekat Rumah, Dikaitkan dengan Mitos Pocong

A. Nugroho • Kamis, 4 September 2025 | 18:44 WIB
Beberapa jenis pohon pisang diyakini berhubungan dengan mitos pocong, sehingga tak disarankan ditanam dekat rumah.
Beberapa jenis pohon pisang diyakini berhubungan dengan mitos pocong, sehingga tak disarankan ditanam dekat rumah.

 

RADAR MALANG – Pohon pisang memang dikenal bermanfaat dari buah hingga batangnya. Namun, di balik itu ada mitos yang berkembang di masyarakat Jawa, termasuk di Malang, bahwa pohon ini bisa menjadi lokasi nongkrong makhluk halus, khususnya Pocong.

Kepercayaan turun-temurun menyebutkan, Pocong kerap menampakkan diri di bawah pohon pisang. Sosok yang dibayangkan sebagai mayat terbungkus kain kafan itu dianggap menyeramkan, meski konon hanya bisa diam tanpa mengejar mangsanya. Kehadiran Pocong justru lebih menakutkan karena identik dengan wajah pucat dan aroma busuk menyengat.

Hal ini membuat sebagian orang enggan menanam pohon pisang di sekitar rumah. Apalagi jika tumbuh rimbun dan jarang dirawat, pohon tersebut diyakini bisa menghadirkan energi negatif. Pandangan ini terus hidup dalam cerita rakyat hingga kini, meski belum pernah terbukti secara ilmiah.

Pohon Pisang dan Energi Mistis

Dalam tradisi Jawa, ada empat jenis pohon pisang yang kerap disebut berhubungan dengan energi gaib, yakni pisang ambon, pisang barlin, pisang kayu, dan pisang raja. Pohon-pohon ini sering dipakai sebagai media ritual, sesaji, hingga praktik ilmu hitam.

Jantung pisang bahkan disebut bisa digunakan dalam meditasi mencari wangsit atau ritual ramalan tertentu. Karena itu, keberadaan pohon pisang di pekarangan sering dipandang penuh simbol mistis.

Namun, pandangan ini berbeda dengan sudut pandang ilmiah. Para peneliti menegaskan bahwa tidak ada bukti pohon pisang menjadi sarang makhluk halus. Semua hanyalah bagian dari mitos dan folklor yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Perspektif Ilmiah dan Budaya

Meski sarat mitos, pohon pisang sejatinya memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Buahnya kaya gizi, batangnya bisa digunakan untuk pakan ternak, daunnya dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan, hingga akarnya dipercaya berkhasiat untuk obat tradisional.

Di Malang, pohon pisang juga tumbuh subur di berbagai wilayah. Banyak warga memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Hanya saja, sebagian masyarakat masih menyisakan keyakinan bahwa pohon tertentu sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat dengan rumah.

Fenomena ini tidak hanya ada di Indonesia. Di Thailand, misalnya, pohon pisang dipercaya sebagai tempat bersemayam roh wanita bernama Nangtani. Berbeda dengan Pocong, Nangtani digambarkan sebagai sosok berpakaian hijau yang ramah, namun bisa memberi balasan pada laki-laki yang berbuat jahat.

Bagian dari Folklor Nusantara

Mitos pohon pisang dan Pocong menunjukkan betapa kuatnya imajinasi masyarakat dalam membentuk cerita rakyat. Narasi tentang penampakan di bawah pohon, aroma busuk, hingga ritual mistis, terus menjadi bagian dari tradisi lisan.

Di Malang sendiri, kisah ini kerap muncul dalam obrolan warga desa maupun cerita turun-temurun. Meski sebagian besar masyarakat modern tak lagi percaya, kisah tersebut tetap hidup sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

Pada akhirnya, keberadaan mitos ini memperkaya khazanah folklor Nusantara. Bagi sebagian orang, cerita seram berfungsi sebagai pengingat untuk berhati-hati atau menjaga tata ruang pekarangan. Sementara bagi generasi muda, kisah ini bisa menjadi bahan refleksi bagaimana budaya lama dan pandangan ilmiah saling berdialog.

Terlepas benar atau tidaknya, Pocong dan pohon pisang tetap menjadi simbol kuat dalam cerita mistis Jawa. Kepercayaan semacam ini tidak bisa dipandang sekadar takhayul, melainkan cermin nilai dan imajinasi kolektif masyarakat yang terus diwariskan. (id)

Editor : A. Nugroho
#mitos #mistis #pisang