Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fakta Baru Penyebab Siswa SD Bunuh Diri, Polres Ngada Pastikan Bukan Soal Alat Tulis

Aditya Novrian • Kamis, 5 Februari 2026 | 09:30 WIB
Ilustrasi anak depresi (freepik).
Ilustrasi anak depresi (freepik).

NGADA – Peristiwa pilu yang dialami anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (29/1/2026), ternyata bukan soal tak mampu beli buku dan pena. Setelah melakukan penyelidikan, aparat kepolisian dari Polres Ngada menyatakan bahwa penyebab YBR memutuskan mengakhiri hidup karena sering dinasihati ibunya.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino pada Rabu (4/2). Andrey mengungkapkan bahwa persoalan alat tulis bukan penyebab siswa berusia 10 tahun itu mengakhiri hidupnya, melainkan terdapat pengaruh dari tekanan psikologis YBR lantaran sering mendapat nasihat dari ibunya.

“Fakta di lapangan yang menyebabkan YBR bubuh diri bukan karena alat tulisnya, melainkan karena sering dinasihati oleh orang tuanya,” ungkap Andrey, dilansir dari Jawa Pos.t

Sebelum peristiwa bunuh diri terjadi, AKBP Andrey menjelaskan bahwa YBR sempat mendapatkan nasihat dari orang tuanya untuk tidak bermain hujan-hujanan agar tidak sakit.

Hal tersebut karena ia berulang kali tidak masuk sekolah dalam sepekan. Ibu korban tak mau jika anaknya harus izin tidak masuk sekolah lagi.

“Namanya orang tua memberikan nasihat, mungkin anaknya merasa tersinggung atau bagaimana. Jadi, ceritanya bukan karena alat tulis, tetapi sering dinasihati oleh ibunya,” terang polisi tersebut.

Setelah tim medis melakukan visum, Andrey memastikan korban murni bunuh diri karena tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada jenazah. Maka dari itu, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kejadian itu memang dipicu oleh dorongan dari pribadi anak itu sendiri.

“Kami dapat menyimpulkan bahwa (peristiwa) ini murni dari niatan korban itu sendiri untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Meskipun begitu, kami juga tidak berhenti. Kami tetap melakukan penyelidikan juga meminta keterangan dari yang lain terkait dengan faktor-faktor penyebabnya,” jelas AKBP Andrey Valentino.

 Baca Juga: Tak Mampu Beli Alat Tulis, Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri

 

Penulis: Marsha Nathaniela

 

Editor : Aditya Novrian
#anak sd bunuh diri #NTT