KALBAR – Siswa SMP di SMPN 3 Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) melempar bom molotov di sekolahnya saat para siswa sedang istirahat sekitar pukul 10.40 WIB pada Selasa (3/2).
Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana menyampaikan bahwa anak tersebut terpapar konten kekerasan yang dimuat dalam grup True Crime Community (TCC). Diketahui bahwa grup tersebut juga diikuti oleh siswa SMA yang merupakan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta.
“Anak yang terpengaruh TCC ini merupakan siswa SMPB 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ia tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam grup True Crime Community,” jelas Myandra, dilansir dari Jawa Pos, Rabu (4/2).
Di sisi lain, siswa tersebut adalah korban perundungan sehingga ia memilih untuk balas dendam, khususnya pada teman-temannya yang sering kali melakukan perundungan di sekolah.
Anak SMP itu juga diduga mengalami tekanan karena kondisi keluarga.
Hal ini dikonfirmasi oleh Densus 88 Antiteror yang telah melakukan penyelidikan.
“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya. Ia juga diduga kuat mengalami masalah keluarga. Keadaan tersebut membuat siswa itu melampiaskannya dengan melakuan aksi kekerasan di sekolah,” ungkapnya.
Dari lokasi kejadian, aparat kepolisian mengamankan beberapa benda yang digunakan dalam beraksi, yakni gas portable yang bagian sampingnya direkatkan pada petasan, paku, pisau, serta 6 botol bom molotov.
Meskipun yang meledak hanya petasannya, bukan bom molotov, aksi kekerasan tersebut mengakibatkan seorang siswa mengalami luka ringan setelah menginjak serpihan paku dari material bangunan.
Penulis: Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian