Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siswa SMP Pelempar Molotov di Kalbar ternyata Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Aditya Novrian • Jumat, 6 Februari 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi kedua siswa bergabung dalam satu komunitas daring yang sama. (freepik).
Ilustrasi kedua siswa bergabung dalam satu komunitas daring yang sama. (freepik).

RADAR MALANG – Pelempar molotov di SMP 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat pada Selasa (3/2) berada dalam komunitas True Crime Community (TCC), grup yang sama dengan pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Hal tersebut dikonfrimasi oleh juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana. “Berdasar analisis dari Tim Densus 88 (Antiteror Polri), mereka (siswa SMPN 3 Sungai Raya) tergabung dalam komunitas yang sama dengan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) SMAN 72 Jakarta,” ungkap Mayndra, dilansir dari Jawa Pos, Kamis (5/2).

TCC merupakan grup atau komunitas yang dengan sengaja menyebarluaskan konten kekerasan.

Berdasarkan data milik Densus 88 Antiteror Polri yang telah disampaikan kepada publik, terdapat 27 grup TCC, yakni TCC Community, True Crime Community, TCCland Under Akmal, Fuck TCC, TCC, WAG TCC Reborn, WAG TCC Universe, WAG Area TCC, Tanah Suci TCC, serta TCC Universe V2.

“Kedua pelaku peledakan, mengakses dan terinspirasi dari komunitas daring yang sama,” imbuhnya.

Sebelumnya siswa SMPN 3 Sungai Raya melakukan tindakan kekerasan menggunakan gas portable yang bagian sampingnya direkatkan pada petasan, paku, pisau, serta 6 botol bom molotov. Meskipun yang meledak hanya petasannya, bukan bom molotov, aksi kekerasan tersebut mengakibatkan seorang siswa mengalami luka ringan setelah menginjak serpihan paku dari material bangunan.

Berdasarkan penyelidikan, siswa tersebut adalah korban perundungan sehingga ia memilih untuk balas dendam, khususnya pada teman-temannya yang sering kali melakukan perundungan di sekolah. Ia juga diduga mengalami tekanan karena kondisi keluarga.

Hal ini dikonfirmasi oleh Densus 88 Antiteror yang telah melakukan penyelidikan. “Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali melakukan perundungan terhadapnya. Ia juga diduga kuat mengalami masalah keluarga. Keadaan tersebut membuat siswa itu melampiaskannya dengan melakuan aksi kekerasan di sekolah,” ungkapnya

Sedangkan, pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta menggunakan tujuh bom dengan casing kaleng minuman, dilengkapi dengan sumbu bakar serta terdapat remot di sebelahnya yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Empat bom yang diledakkan di dalam masjid dan bank sampah menyebabkan 96 orang terluka, tiga di antaranya mengalami luka berat.

Aksi tersebut didasari lantaran ia sering mendapatkan ejekan dari teman-temannya. Diketahui ia sakit hati sebab dipanggil dengan sebutan yang merendahkan karena lebih sering bergaul dengan teman perempuannya.

 Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Siswa SMP Melempar Molotov di Sekolah, Dipicu oleh Perundungan dan Tekanan Keluarga

Penulis: Marsha Nathaniela

 

Editor : Aditya Novrian
#pelempar bom molotov #pelaku ledakan