Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kasus Balita Dianiaya Paman-Bibi, Pemkot Surabaya Pastikan Kawal hingga Tuntas

Aditya Novrian • Selasa, 17 Februari 2026 | 15:05 WIB

Ilustrasi anak jadi korban penganiayaan (freepik).
Ilustrasi anak jadi korban penganiayaan (freepik).

RADAR MALANG – Penganiayaan pada balita yang dilakukan oleh paman dan bibi korban di sebuah kamar kos, Jalan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri menuai keprihatinan dari masyarakat. Korban mengalami luka pada bagian wajah hingga botak pada bagian atas kepalanya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3APPKB) Surabaya, menyampaikan keprihatinan atas kasus kekerasan tersebut.

“Anak itu amanah. Tidak boleh ada satu pun anak yang mengalami kekerasan di kota ini. Begitu laporan diterima, kami langsung bergerak memastikan keberadaan anak tersebut,” tutur Kepala DP3APPKB, Ida Widayati, dilansir dari JawaPos.com, Senin (16/2).

Kasus ini juga menjadi perhatian serius bagi Pemkot Surabaya karena menyangkut keselamatan, martabat, serta pemenuhan hak dasar pada anak. Ida menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas bagi pelaku kekerasan.

“Pemkot memastikan anak berada dalam kondisi aman, mendapatkan perawatan medis, pendampingan psikologis, dan hak-haknya terpenuhi. Proses hukum terhadap pelaku harus berjalan tegas dan transparan,” imbuhnya.

Pemkot Surabaya berkomitmen akan mengawal kasus ini sampai tuntas, baik dari segi hukum, layanan medis, serta dukungan psikologis yang sekaligus memberikan edukasi mental agar pola pengasuhan lebih aman.

“Kami mengapresiasi masyarakat setempat. Kepedulian warga adalah benteng pertama perlindungan anak. Jika melihat atau mendengar indikasi kekerasan, jangan ragu untuk melapor,” pungkas Ida.

Kronologi Penganiayaan

Sebelumnya, kasus kekerasan ini terungkap karena warga sekitar langsung melapor saat menemukan korban K dalam keadaan memprihatikan di sebuah kamar kos, Jalan Bangkingan, Lakarsantri pada Senin (9/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Awalnya, terdengar teriakan korban dari dalam kamar kos. Balita malang tersebut meminta tolong agar pintu kamar dibuka lantaran sejak pagi dikunci oleh paman dan bibinya, sementara tubuhnya sudah lemas karena belum makan.

“Dia memanggil saya berkali-kali, minta dibukakan pintu karena lapar. Rambutnya botak di bagian atas dan wajahnya penuh dengan luka. Saya sampai menangis melihatnya,” ucap tetangga korban, Islaha.

Melihat situasi malang tersebut, Islaha mencari bantuan pada Ketua RT dan Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri. Mereka langsung menuju ke lokasi dan menyelamatkan korban dengan cara membobol teralis jendela kamar kos.

Ketika korban berhasil dievakuasi, kondisinya tampak memprihatinkan dengan luka di wajahnya. Kini, kasus tersebut ditangani oleh penyidik satres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya.

 Baca Juga: 10 Pantangan saat Imlek yang Diyakini Bisa Membawa Sial, Jangan Sampai Dilanggar!

 

Penulis: Marsha Nathaniela

 

Editor : Aditya Novrian
#balita dianiaya #balita 4 tahun #pemkot surabaya