Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Surabaya Siapkan Dana Rp5 Juta per Bulan untuk Program Gen Z, Ini Syarat Lengkapnya

Aditya Novrian • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:57 WIB

Potret Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menerima aset Pemkot Surabaya berupa dua bidang tanah senilai Rp55,2 miliar. Sumber: @Eri Cahyadi/Instagram
Potret Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menerima aset Pemkot Surabaya berupa dua bidang tanah senilai Rp55,2 miliar. Sumber: @Eri Cahyadi/Instagram

RADAR MALANG – Sejumlah uang Rp5 juta akan dialokasikan Pemkot Surabaya bagi Generasi Z di setiap RW.

Namun, dana tersebut tidak diberikan tanpa imbalan. Mereka harus meembuat program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Gen Z dituntut berpartisipasi aktif dalam membangun kemandirian ekonomi melalui program Kampung Pancasila.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa untuk mendapatkan dana Rp5 juta, setiap Karang Taruna atau kelompok Generasi Z di tingkat RW wajib menyusun proposal kegiatan yang memiliki manfaat jangka panjang.

“Proposalnya berupa kegiatan yang memiliki manfaat untuk Karang Taruna atau Gen Z yang ada di setiap RW. Jika ada manfaat yang dapat secara langsung bisa dirasakan, uangnya langsung bisa dicairkan,” jelas Eri, dilansir dari JawaPos.com, pada Senin (16/2).

Sebaliknya, apabila kegiatan yang diajukan hanya untuk seremonial yang tidak bermanfaat atau berdampak, dana tersebut tidak akan turun.

Eri mengatakan bahwa program ini telah berjalan dari Januari 2026. Sebelum pencairan dana, Gen Z wajib menyusun dan mengumpulkan proposal ke kecamatan. Kemudian, proposal tersebut akan diseleksi terlebih dahulu.

“Saya ingin generasi Z ini punya pandangan, visi, serta rencana. Jangan sampai diberi uang lalu habis percuma-cuma. Kita latih juga mereka untuk menata rencana agar dapat menjadi wiraswasta,” tambah Eri Cahyadi.

Dia mengimbau agar RW yang belum berpartisipasi untuk segera mengajukan proposal pada bulan pertama. Eri memastikan anggaran tersebut tidak hangus dan dapat digabungkan pada bulan berikutnya.

“Januari kalau belum diambil bisa di bulan Februari dengan kegiatan yang digabungkan. Misal, uangnya Rp 5 juta di Januari dan Februari, maka totalnya menjadi Rp10 juta,” jelasnya.

Eri menjelaskan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkot Surabaya untuk menekan angka pengangguran terbuka sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Surabaya secara berkelanjutan.

Dalam mendukung strategi tersebut, Pemkot Surabaya juga relah melibatkan 38 pelaku industri Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) agar bersedia untuk menyerap berbagai produk dari perkampungan warga.

Melalui program tersebut, Eri berharap dana yang dialokasikan bisa menjadi stimulan pembentukan unit usaha baru yang menyuplai kebutuhan Horeka, seperti daging ayam, sayuran segar, hingga perlengkapan seperti sandal hotel.

“Belajarlah, kita mulai untuk menata agar mereka (anak muda) bisa menjadi wiraswasta yang juga menjadi penggerak kegiatan yang memiliki manfaat bagi kampung mereka. Itu yang saya ingin mulai agar mereka terbiasa,” tegas Eri.

 Baca Juga: Ketua DPRD Kota Malang Ingatkan Program RT Berkelas Wajib Tepat Sasaran

Penulis: Marsha Nathaniela

Editor : Aditya Novrian
#Gen Z #pemkot surabaya