RADAR MALANG – Dunia penerbangan kembali diselimuti duka. Pilot Pesawat Pelita Air, Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia. Pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut, jatuh di dataran Tinggi Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis siang (19/2).
Dilansir dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), kecelakaan terjadi pada pukul 13.05 WITA. Saat itu, pesawat tersebut sedang dalam penerbangan dari Tarakan menuju Krayan. Dari video yang telah beredar, pesawat itu jatuh dan terbakar.
Berdasarkan keterangan resmi dari Pelita Air, pesawat tersebut merupakan salah satu charter di maskapai itu. “Diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang dengan jenis pesawat yang digunakan, yakni Air Tractor AT-802 dengan regristrasi PK-PAA,” bunyi keterangan itu.
Pihak Pelita Air juga menyampaikan bahwa pesawat itu merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Saat pemantauan terakhir, pesawat tersebut telah menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali ke Bandara Juwata, Tarakan.
Namun, pilot yang mengoperasikan pesawat tersebut dinyatakan meninggal dunia. Hal ini dikonfirmasi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa pada Kamis (19/2).
“Informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 WITA, pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam, dinyatakan meninggal dunia,” terang Lukman, dilansir dari JawaPos.com.
Pihaknya memastikan telah melakukan koordinasi dengan operator, otoritas bandara, serta instansi terkait agar penanganan di lapangan berjalan secara optimal.
Sementara itu, proses invesigasi akan dilakukan oleh instansi berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi,” tegasnya.
Penulis: Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian