SIDOARJO – Warga Desa Sadang bersama relawan menggelar aksi tanam tiga pohon pisang di Jalan Raya Sadang–Kletek, Kecamatan Taman, kemarin (20/2). Aksi simbolik itu dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus peringatan kepada pengendara agar lebih waspada terhadap kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan.
Tokoh masyarakat Desa Sadang Setiyadi mengatakan, lubang di ruas jalan tersebut kerap tertutup genangan air saat hujan sehingga sulit terlihat pengendara. Kondisi itu disebut telah memicu kecelakaan lalu lintas.
”Malam kemarin kejadian tiga laka tunggal akibat lubang,” paparnya kepada Jawa Pos.
Menurut Setiyadi, jalan tersebut sebenarnya sudah pernah diperbaiki. Namun, perbaikan dinilai tidak bertahan lama karena belum genap dua bulan permukaan jalan kembali rusak. Warga pun berharap ada penanganan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo M. Makhmud memastikan ruas Sadang–Kletek sudah masuk daftar prioritas perbaikan. Jalan tersebut termasuk dalam paket 25 titik perbaikan yang ditargetkan rampung sebelum Lebaran.
”Itu masuk jalan Kletek-Sukodono. Termasuk 25 titik yang bakal diperbaiki bulan ini. Secepatnya kami tangani,” ujarnya.
Makhmud menambahkan, selain ruas Sadang–Kletek, pihaknya juga akan melakukan perbaikan di sejumlah titik lain. Di antaranya ruas Ngelom, Taman hingga Barengkrajan, Krian.
DPUBMSDA berharap percepatan perbaikan jalan kabupaten tersebut dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. (eza/hen/adn)
Disunting kembali oleh : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian