Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menteri Lingkungan Hidup Ungkap Indonesia Berada di Pusaran 3 Krisis Utama, MUI Tegaskan Buang Sampah Sembarangan Haram

Aditya Novrian • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:50 WIB

KRISIS LINGKUNGAN: Menteri LH Indonesia ungkap Indonesia sedang mengalami 3 krisis utama yang mengancam lingkungan Indonesia. (Sumber: DetikNews)
KRISIS LINGKUNGAN: Menteri LH Indonesia ungkap Indonesia sedang mengalami 3 krisis utama yang mengancam lingkungan Indonesia. (Sumber: DetikNews)

RADAR MALANG - Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam pusaran triple planetary crisis pada Minggu (15/2/2026). Fenomena global ini mencakup krisis sampah, pencemaran, dan iklim.

Menurut Hanif, data UNFCCC menunjukkan bahwa suhu dunia akan meningkat 1.4 derajat Celsius pada tahun 2024 yang akan menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah manusia.

Selain suhu dunia yang mulai naik, Menteri LH juga menyoroti kondisi sungai di Indonesia yang hingga kini belum semuanya terbebas dari pencemaran limbah dan plastik.

Beliau menegaskan bahwa sebagai besar sampah laut di Indonesia bermula dari daratan, sehingga penanganannya harus dilakukan dari hulu sungai. 

Untuk menekan tingkat pencemaran, pemerintah sedang bekerja untuk mendorong kerja sama lintas sektor.

Salah satu contohnya adalah Rencana Aksi Plastik Nasional, yang bekerja sama dengan berbagai kelompok internasional.

Hazuarli Halim, Wasekjen Bidang Ekonomi MUI Pusat memberikan perspektif moral pada saat yang sama. Kami kutip dari Metro News, beliau menyatakan bahwa tanggung jawab keagamaan setiap orang terkait dengan krisis lingkungan hidup.

“Telah nyata kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia,” ujar Hazuarli mengutip pesan keagamaan.

MUI telah menetapkan bahwa membuang sampah sembarangan ke sungai, danau, atau laut adalah haram karena dapat membahayakan kehidupan dan kesehatan masyarakat. 

Hazuarli menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab moral, sementara mencemarinya adalah dosa.

Baca Juga: Golkar Kecam Serangan USA-Israel ke Iran serta Dorong Peran OKI dan PBB Hentikan Perang

Diharapkan kesadaran kolektif ini dapat mengubah kebiasaan buruk masyarakat secara signifikan. MUI berharap metode dakwah di masjid dapat meningkatkan pemahaman tentang gerakan pengelolaan sampah nasional.

Penulis: Satya Eka Pangestu

 

Editor : Aditya Novrian
#Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI #Berita Terbaru #indonesia krisis #MUI #krisis lingkungan