Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dari Politik Bebas Aktif hingga Kondisi Geografis, Inilah Alasan Indonesia Dianggap Wilayah Aman Jika Perang Dunia III Pecah

Aditya Novrian • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:00 WIB

Illutrasi negara Indonesia yang aman ketika perang dunia ke III pecah. (Freepik)
Illutrasi negara Indonesia yang aman ketika perang dunia ke III pecah. (Freepik)

RADAR MALANG - Indonesia dianggap sebagai salah satu negara teraman jika Perang Dunia III benar-benar terjadi di tengah ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang pecah pada Sabtu (28/02/2026).

Pernyataan ini kami dapatkan langsung berdasarkan laporan The Economic Times dan Metro UK yang menilai Indonesia sebagai salah satu negara aman jika Perang Dunia III nantinya benar-benar pecah. 

Pertama, sejak awal kemerdekaan hingga saat ini Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang memungkinkan negara itu bekerja sama dengan negara lain tanpa memihak blok kekuatan mana pun.

Kedua, Indonesia adalah salah satu dari tiga negara yang membentuk Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961.

Organisasi internasional yang disebut "Gerakan Non-Blok" terdiri dari 120 negara yang menganggap diri mereka tidak akan berperang dengan kekuatan utama mana pun.

Presiden saat itu, Ir. Soekarno mewakili Indonesia pada tahun 1961 memimpin gerakan ini sebagai jawaban politik dalam konteks Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, gerakan ini muncul.

Ketiga, Indonesia juga berpartisipasi dalam perjanjian penting dengan ASEAN mengenai pelarangan pendirian fasilitas senjata nuklir di Asia Tenggara. Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), juga dikenal sebagai Traktat Bangkok ditandatangani di Bangkok, Thailand pada 15 Desember 1995.

Hal ini membuat Indonesia dan kawasan ASEAN lainnya dinilai sebagai negara netral yang bukan menjadi ancaman bagi negara-negara besar lainnya yang memiliki fasilitas nuklir sebagai senjata utama perang mereka. 

Keempat, Indonesia juga mendapatkan keuntungan dari aspek geografis. Wilayah Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau membuat invasi membutuhkan banyak biaya dan kompleksitas yang tinggi.

Kondisi natural yang dimiliki oleh Indonesia merupakan pertahanan yang sulit ditembus jika suatu saat terjadi invasi pada negara ini. 

Baca Juga: Antisipasi Krisis Perang Global, Pemerintah Bangun Storage Baru untuk Cadangan BBM Nasional

Menurut The Economic Times dan Metro UK disaat negara-negara lain sibuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan buruk, Indonesia tetap tenang berkat politik bebas aktifnya dan statusnya sebagai wilayah yang tidak memiliki senjata nuklir.

Penulis: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#perang dunia 3 #Perang Amerika Serikat Israel vs Iran #indonesia #Wilayah Aman #alasan