SENTANI, JAYAPURA – Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di jenjang SMP dan SMA di wilayah Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura lumpuh total sejak Senin (2/3/2026).
Kelumpuhan ini dipicu oleh aksi mogok kerja massal yang dilakukan oleh para guru. Akibat aksi tersebut, ribuan peserta didik terlantar di sekolah tanpa adanya tenaga pendidik.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Diperkirakan Berakhir, Malang Raya Masuki Musim Kemarau Bulan Depan
Berdasarkan hasil wawancara yang kami kutip dari Tribun Papua seorang siswa SMP Negeri 1 Sentani mengungkapkan sejak Rabu (4/3/2026) para guru tidak mengajar, sehingga ia hanya duduk di kelas dan bermain dengan teman dari pukul 07.00 hingga 12.00.
Kondisi serupa terjadi di SMA Negeri 1 Sentani, di mana seorang siswa kelas 10 menyebut KBM sudah kosong sejak Selasa pekan lalu. Upacara bendera rutin setiap Senin (2/3/2026) juga ditiadakan, menambah kepastian lumpuhnya aktivitas sekolah.
Para peserta didik berharap KBM segera normal kembali mengingat pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) sudah di depan mata. Kekhawatiran tertinggal materi pelajaran menjelang ujian menjadi keluhan utama di kalangan siswa.
Baca Juga: Soroti Nasib PRT, Rieke PDIP Desak Pengesahan RUU PPRT
Orang tua atau wali murid turut menyuarakan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Mereka mendesak agar eksekutif segera turun tangan menangani permasalahan ini, terutama dalam memenuhi hak-hak guru sehingga anak-anak tidak terlantar terlalu lama.
Sebelum aksi mogok terjadi, Forum Peduli Guru Kabupaten Jayapura telah menyuarakan tuntutan mereka. Pada Rabu (25/2/2026), mereka mendatangi Kantor Bupati Jayapura menuntut pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) serta gaji yang belum dibayarkan.
Aksi mogok mengajar ini dicanangkan akan terus berlanjut oleh para guru. Mereka berkomitmen untuk tidak masuk kelas sampai seluruh tuntutan terkait hak finansial mereka terealisasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian