RADAR MALANG – Sejumlah media internasional menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang membuka kemungkinan Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).
Langkah ini akan ditempuh jika organisasi tersebut dinilai tidak memberikan manfaat bagi kemerdekaan Palestina dan kepentingan nasional Indonesia.
Kami kutip langsung dari Kompas TV, terpantau beberapa media asing menilai Indonesia mulai melakukan evaluasi serius terhadap keterlibatan negara-negara dalam forum internasional tersebut.
The Times of Israel memberitakan bahwa Presiden Indonesia menyatakan siap keluar dari Board of Peace jika tidak ada pertolongan nyata untuk Palestina.
Pemberitaan itu mengutip pernyataan Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah ulama Indonesia pekan lalu saat acara buka bersama. Presiden juga menekankan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh Board of Peace akan selalu dievaluasi secara terus menerus.
Sementara itu, Arab News pada Sabtu (7/3/2026) melaporkan bahwa Indonesia memiliki kemungkinan besar untuk keluar dari BoP.
Media tersebut menyoroti pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mendesak pemerintah mempertimbangkan langkah tersebut.
MUI menilai Board of Peace tidak efektif jika digunakan untuk mewujudkan kemerdekaan negara Palestina.
Dalam skema BoP, setiap negara memiliki tugas kerjanya masing-masing, dan Indonesia mendapat mandat untuk mengirimkan pasukan TNI dalam jumlah besar.
Baca Juga: Update BRI Super League Pekan Ke-25: Persita Tangerang Menang Telak 4-1 atas Madura United
Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kontribusi signifikan dalam pengiriman pasukan perdamaian ke Palestina.
Evaluasi besar-besaran terhadap keanggotaan ini pun dinilai sebagai langkah strategis pemerintah.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian