RADAR MALANG – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya telah menyusun simulasi terkait dampak fluktuasi harga minyak terhadap postur fiskal nasional.
Langkah ini dilakukan merespons fenomena perang USA-Israel melawan Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam acara Media Briefing dan Buka Puasa Bersama Menteri Keuangan, Jumat (6/3/2026). "Kalau harga minyak naik ke 92 dolar AS per barel apa dampaknya ke defisit?" ujarnya.
Menkeu menjelaskan jika pemerintah tidak melakukan intervensi, defisit APBN berpotensi naik ke kisaran 3,6 hingga 3,7 persen dari PDB. Simulasi ini menjadi langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak dalam negeri tetap aman.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi situasi geopolitik yang sedang memanas.
Bahlil menjelaskan kemampuan penyimpanan atau storage minyak Indonesia memiliki kapasitas tampung selama 25 hari.
Standar minimal ketersediaan yang ditetapkan berada di atas 20 hari, dan saat ini stok minyak nasional tercatat aman di angka 23 hari.
Baca Juga: Para Guru di Sentani Jayapura Mogok Mengajar, Ribuan Siswa Terlantar Tanpa Kegiatan Belajar Mengajar
"Kita hanya mengambil minyak mentah sebanyak 20 persen dari Timur Tengah," ucap Bahlil menambahkan. Menurutnya, ketergantungan yang rendah pada pasokan dari kawasan konflik menjadi faktor pengaman utama.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi yang beredar terkait ancaman kelangkaan minyak. "Insyaallah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman," pungkasnya.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian