Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wujud Toleransi, FKUB Bali Izinkan Kegiatan Malam Takbir Menggunakan Speaker dalam Masjid

Aditya Novrian • Selasa, 10 Maret 2026 | 13:02 WIB

TEBAR KERUKUNAN: FKUB mengizinkan kegiatan malam takbiran dilaksanakan di dalam masjid tanpa kebisingan jika 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026. (Sumber: ANTARA News)
TEBAR KERUKUNAN: FKUB mengizinkan kegiatan malam takbiran dilaksanakan di dalam masjid tanpa kebisingan jika 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026. (Sumber: ANTARA News)

DENPASAR – Bertepatan dengan ditetapkannya Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengambil kebijakan toleran.

Dikutip dari ANTARA News, Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menjelaskan syarat khusus bagi umat Islam yang akan merayakan takbiran.

"Pada prinsipnya takbiran boleh tapi dengan syarat ketat tanpa mengurangi makna takbiran sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Siapkan Antisipasi Fiskal dan Jamin Keamanan Pasokan Minyak Nasional

Adapun syarat yang dimaksud adalah umat Islam diimbau berjalan kaki menuju masjid terdekat. Kegiatan takbiran juga harus dilakukan tanpa menggunakan pengeras suara dan tanpa menimbulkan kebisingan apa pun.

Aturan ini tentunya untuk memastikan bahwa makna takbiran tetap tersampaikan tanpa mengurangi kesucian Hari Raya Nyepi. Kebijakan ini menjadi wujud nyata dari penghormatan terhadap tradisi dan keyakinan umat Hindu di Bali.

Baca Juga: Para Guru di Sentani Jayapura Mogok Mengajar, Ribuan Siswa Terlantar Tanpa Kegiatan Belajar Mengajar

Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 yang sejalan dengan ajaran semua agama tentang toleransi.

Momen Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan ini menjadi bukti nyata implementasi nilai-nilai tersebut.

Ketua FKUB Bali menambahkan bahwa Bali telah sering menghadapi situasi serupa di masa lalu.

Baik itu Nyepi yang berbarengan dengan Idul Fitri maupun dengan pelaksanaan salat Jumat, kerukunan selalu dapat dijaga dengan baik.

Baca Juga: Ancam Industri Dalam Negeri, Wakil Ketua DPR Minta Rencana Impor Truk Pikap Rp40 Triliun untuk Koperasi Merah Putih Dikaji Ulang

Situasi ini membuktikan bahwa saling mengisi dan toleransi adalah ajaran universal. Nilai-nilai luhur ini dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Penulis: Satya Eka Pangestu - Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Editor : Aditya Novrian
#Berita Terbaru #toleransi beragama bali #hari nyepi nasional #Denpasar #Idul Fitri 2026