Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Buka Kerja Sama Trilateral, Indonesia Perluas Jaminan Keamanan dengan Australia dan Jepang

Aditya Novrian • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:51 WIB

KERJA SAMA TRILATERAL: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana perluasan kerja sama keamanan Indonesia dengan Australia hingga mencakup Jepang dan Papua Nugini. (Sumber: RRI)
KERJA SAMA TRILATERAL: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana perluasan kerja sama keamanan Indonesia dengan Australia hingga mencakup Jepang dan Papua Nugini. (Sumber: RRI)

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan rencana perluasan kerja sama keamanan Indonesia dengan Australia hingga mencakup Jepang dan Papua Nugini.

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (12/3/2026) usai pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles.

Baca Juga: UB Kepanjen Malang Diproyeksi Tampung 1.200 Maba

"Kerja sama bilateral Indonesia dan Australia kita kembangkan ke trilateral Indo, Papua New Guinea dan Australia, tapi ini khusus ke profesionalisme pertahanan," ujar Menhan Sjafrie.

Beliau menambahkan bahwa kerja sama ini kemudian berkembang lagi menjadi satu pemikiran trilateral yang melibatkan Indonesia, Australia, dan Jepang.

Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai kemungkinan pengembangan fasilitas pelatihan atau training facility di Morotai, Maluku Utara.

Baca Juga: Kabupaten Malang Mulai Operasikan Alat Pengolah Sampah Senilai Rp 2,7 Miliar

Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa Morotai memiliki nilai historis karena digunakan sebagai pangkalan militer dalam Perang Dunia II.

"Morotai dulu digunakan dalam Perang Dunia ke II sehingga wilayah ini masih memiliki fasilitas pertahanan yang akan diperbaiki dan dikembangkan," jelas Menhan Sjafrie.

Kawasan tersebut dinilai strategis untuk dijadikan pusat pelatihan bersama bagi personel pertahanan kedua negara.

Menhan Australia Richard Marles menegaskan bahwa fasilitas yang akan dikembangkan di Morotai tetap menjadi aset milik Indonesia sepenuhnya.

Baca Juga: Dua Pemain Asing Arema FC dengan Koleksi Kartu Merah Terbanyak

"Fasilitas di Morotai akan tetap menjadi fasilitas milik Indonesia, namun Australia akan ikut serta dalam penggunaan dan pengembangannya untuk tujuan pelatihan bersama," tegas Marles.

Perluasan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan keamanan yang telah ditandatangani para pemimpin kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah menyepakati perjanjian yang mewajibkan Indonesia dan Australia untuk saling berkonsultasi jika salah satu negara merasa terancam.

Baca Juga: Latihan Cabor saat Ramadan, Dua Jurus Atlet Perserosi Kota Malang Jaga Performa Saat Berpuasa

Kerja sama trilateral dengan Papua Nugini disebut akan difokuskan pada peningkatan profesionalisme pertahanan.

Sementara itu, pelibatan Jepang dalam skema trilateral dengan Indonesia dan Australia masih dalam tahap pemikiran dan pembahasan lebih lanjut.

Para pengamat hubungan internasional menilai langkah ini sebagai upaya memperkuat arsitektur keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, kerja sama pertahanan multilateral menjadi keniscayaan bagi negara-negara di kawasan.

Pemerintah Indonesia optimistis pengembangan fasilitas pertahanan di Morotai akan membawa dampak positif, tidak hanya bagi sektor pertahanan tetapi juga bagi perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga: ASN Pemkot Malang Harus Tahu, Ini Jadwa THR Lebaran Cair

Kehadiran personel militer asing untuk pelatihan diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi lokal.

Penulis: Satya Eka Pangestu - Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Editor : Aditya Novrian
#Militer #Berita Terbaru #pertahanan negara #kerja sama bilateral #Menhan Sjafrie Sjamsoeddin