“Kepengurusan PSSI Asosiasi Kabupaten (Askab), sebenarnya terdiri dari 7 orang. Satu ketua, satu wakil ketua, dan lima anggota,” ucap ketua PSSI Askab Malang Agusto Arie Frianto kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan.
Dia menyebut, bahwa kelima anggota yang harusnya menjalankan tugas hingga 2022, kini sudah tidak aktif dalam kepengurusan PSSI. Satu di antaranya meninggal dunia, dan empat lainya mengundurkan diri. Namun, keempat anggotanya yang mundur tersebut dinilai tidak mengikuti prosedur yang berlaku.
“Tahu-tahu mereka sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke Asprov. Dan kami tak pernah mendapatkan laporan atas hal itu,” kata Agusto kecewa.
Ia menyebut, bahwa PSSI merupakan organisasi besar. Dan sudah sepatutnya anggota harus bisa lebih dewasa dan mengikuti prosedur yang berlaku.
“Ingat, PSSI ini bukan organisasi temble-temble,” tegasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Agusto mengaku akan secepatnya menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk mengganti anggotanya yang tak aktif lagi, sehingga PSSI bisa kembali memenuhi kuota forum dalam mengambil keputusan organisasi.
“Segera akan kami lakukan KLB paling lambat yakni akhir bulan September,” ucap Agusto.
Sekalipun saat ini kejuaraan seperti Liga 3, Piala Soeratin, dan Piala Kartini belum bisa digelar, namun menurutnya organisasi ini tetap harus standby dengan anggota yang lengkap. Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengambil keputusan, PSSI Askab Malang bisa melakukannya.
Dia berpesan, agar para atlet, khususnya yang ada di Kabupaten Malang, untuk tetap berlatih di tengah pandemi Covid-19 ini, agar skill yang mereka punya tidak sampai berkurang dan terus bertambah.
“Kemampuan tidak didapatkan dari lahir melainkan dari latihan yang dijalankan,” pungkasnya.
Pewarta: Achmad Fikyansyah
Foto: Dokumen jawapos.com
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.