Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persija Jakarta dan Bali United Wakili Indonesia di AFC Cup

Shuvia Rahma • Kamis, 17 Desember 2020 | 04:32 WIB
Piala AFC (The-afc.com)
Piala AFC (The-afc.com)
MALANG KOTA - Kans Arema FC mendapatkan golden tiket lolos ke kompetisi Asia sirna. Itu karena kemarin (16/12) PSSI memutuskan Bali United dan Persija Jakarta yang menjadi wakil Indonesia di AFC Cup. Keputusan itu diambil dengan beberapa petimbangan.

Salah satunya berkaca dari prestasi kedua tim di musim lalu. Dimana Bali United juara Liga 1 dan Persija Jakarta sebagai runner-up Piala Indonesia. Selain itu sebelumnya juga lolos pada AFC Club Licensing. Seperti telah diketahui sebelumnya, penunjukan mereka lewat rapat EXCO.

"Untuk Indonesia pada Piala Asia 2021 kami memutuskan Bali United dan Persija Jakarta. Bali United karena juara Liga 1 2019 dan Persija sebagai runner up Piala Indonesia 2018/2019," kata Ketua PSSI Mochamad Iriawan seperti tertulis dalam situs resmi PSSI.

Tidak menjadi tim yang ditunjuk PSSI diakui General Manager (GM) Arema FC Ruddy Widodo bukan sebuah masalah. Pihak tim mengaku legowo dengan keputusan federasi. Sebab, dia sebelumnya sudah merasakan firasat beberapa waktu kalau bukan Tim Singo Edan yang ditunjuk. "Kalau ditunjuk kami siap. Begitu juga sebaliknya," kata dia.

Lebih lanjut mendapatkan tiket bermain di kompetisi Asia tetap menjadi bidikan. Mereka akan mengusahakannya pada kompetisi mendatang. Sebab, dijelaskannya ada manfaat apabila Tim Singo Edan bisa berlaga di kejuaraan level tersebut. Salah satunya adalah brand images tim bisa terangkat. "Nama Arema semakin luas lagi dikenal," jelas petinggi tim asal Madiun itu.

Otomastis dengan hal itu sponsor juga semakin banyak yang mengajak untuk menjalani kerjasama."Pada sisi lain juga menguntungkan pada pemasukan," kata Ruddy. Namun, harus benar-benar pintar untuk mengelola. Sebab, jika lolos ke AFC sebuah kesebelasan juga perlu untuk investasi pemain-pemain yang bagus. Tujuan adalah agar bisa bersaing di ajang terkenal ketat itu kompetisinya.

Lebih lanjut, keuntungan lainnya adalah para pemain juga semakin banyak mendapatkan pengalaman. Sebab, lawan-lawannya memang tim-tim terbaik dari masing-masing negara Asia. "AFC CUP juga bisa menjadi wadah pengembangan pemain dan tim," tuturnya. Dengan bersaing klub bagus, bermanfaat untuk perkembangan tim juga.

Dalam perjalannya, terakhir kali Tim Singo Edan tampil di AFC Cup adalah pada tahun 2014 lalu. Ketika itu mereka tampil diajang tersebut setelah menduduki peringkat runner-up Indonesia Super League (ISL). Tergabung di grup F bersama Hanoi T&T, Selangor FA, dan Maziya SR Maladewa, Arema sukses lolos ke babak 16 besar setelah jadi runner-up grup.

Namun, babak 16 besar rupanya menjadi yang terakhir untuk mereka. Sebab, ketika tampil disana mereka dikalahkam klub Liga Hongkong Kitchee FC. Hendro Siswanto cs tumbang dengan skor 2-0 ketika bermain di markas Kitchee Stadion Mongkok.

Sementara itu, pemain-pemain Arema FC mengaku siap apabila akhirnya timnya tampil di AFC Cup. Seperti salah satunya adalah gelandang Dave Mustaine yang mempunyai angan-angan sejak bergabung ingin membawa Tim Singo Edan mentas diajang itu. "Kalau pemain mengaku siap. Apalagi itu merupakan target tim," tutur pemain asal Sidoarjo itu.

Sama dengannya, striker Kushendya Hari Yudo juga siap untuk berikan terbaik. Menurutnya akan menjadi hal bagus untuk semua elemen tim jika bisa tampil di sana. "AFC cup ajang besar. Jadi jika ada kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin," tuturnya. Baik itu mencari pengalaman sampai untuk berkembang.



Pewarta: Galih Prasetyo Editor : Shuvia Rahma
#ist #Persija #sepakbola #afc cup #Bali United #RMOC #GP #Arema