Banyak lapangan di Malang yang harus tutup untuk mematuhi aturan itu. Alhasil, penggawa tim Singo Edan lebih banyak menghabiskan waktu untuk latihan secara mandiri. Bila memang kompetisi Liga 1 bergulir 20 Agustus mendatang, maka tim-tim kontestannya hanya memiliki waktu persiapan selama 15 hari.
Kondisi itu tentu kurang menguntungkan bagi skuad Arema FC. Sebab mayoritas pemainnya belum mencapai kondisi fisik yang terbaik. Terlebih untuk para pemain asing, yang baru bergabung beberapa hari sebelum PPKM darurat diberlakukan. Akibatnya, persiapan mereka juga sedikit terganggu.
Kini, mereka pun harus ’kejar tayang’ agar bisa tampil maksimal di kompetisi. Menanggapi hal tersebut, Media Officer Arema FC Sudarmaji berharap klub-klub Liga 1 mendapatkan prioritas untuk mempersiapkan diri. Prioritas yang dimaksudnya yakni menjalankan rutinitas latihan. ”Sebab beberapa klub mengungkapkan sampai hari ini (kemarin) tidak melakukan latihan karena kebijakan PPKM.
Oleh karena itu PT LIB (Liga Indonesia Baru) harus mulai merespon keinginan klub dengan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” jelas pria asal Banyuwangi itu. Menurutnya, Arema FC sudah sangat siap menyambut kompetisi, meski rencananya akan digelar pada 20 Agustus mendatang.
”Kompetisi harus diselamatkan,”ujarnya. Terpisah, terkait kebutuhan untuk kembali berlatih di lapangan, pelatih kiper Arema FC Felipe Americo juga sependapat dengan statement Sudarmaji. Sebab menurut dia, untuk posisi penjaga gawang memang tidak bisa hanya sekedar latihan di tempat gym saja.
”Mereka (para penjaga gawang) juga perlu simulasi untuk posisi dan melatih refleks,” kata pelatih asal Brazil itu. Meski persiapan cukup mepet, dia menyebut bila semua pihak harus berusaha memaklumi. ”Memang kurang ideal. Tapi, kami senang dengan kabar kompetisi bisa kembali berjalan,” kata dia. Sampai saat ini, tercatat sudah 16 bulan Liga 1 tak berjalan.
Para pemain sudah sangat rindu berlaga di kompetisi resmi. Salah satu ditunjukkan mereka dengan kampanye #kamisiapmain, yang banyak menghiasi sejumlah media sosial (medsos), beberapa waktu yang lalu. (rmc/gp/by) Editor : Farik Fajarwati