Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Besok Tampil Perdana, Ini Daftar Modal Arema FC Arungi Liga 1

Shuvia Rahma • Sabtu, 4 September 2021 | 22:30 WIB
Photo
Photo
MALANG KOTA - Pertandingan perdana Arema FC di Liga 1 musim 2021/2022 akan dimulai besok Minggu (5/9) Singo Edan telah menyiapkan 30 nama pemain terbaik untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini. Suntikan dana dan support fasilitas juga sudah diberikan presiden klub yang anyar, Gilang Widya Pramana.

Kali terakhir tim Singo Edan meraih lambang supremasi tertinggi sepak bola nasional terjadi di musim 2009/2010 lalu. Saat itu Arema berhasil menyabet predikat juara Indonesia Super League (ISL). Selama tiga musim terakhir, capaian terbaik mereka di kompetisi terjadi pada tahun 2018 lalu, kala sukses finish di peringkat 6.

Pada musim 2021/2022 ini ada harapan baru untuk mengembalikan kejayaan tersebut. Support finansial luar biasa dari Presiden klub yang baru, Gilang Widya Pramana, sudah diberikan. Pria yang dikenal dengan julukan Crazy Rich Malang itu sudah menunjukkan totalitasnya di tim Singo Edan. Beberapa fasilitas baru sudah diberikan. Seperti bus tim hingga mess pemain. Gilang juga sudah menjanjikan bonus kepada pemain bila sukses meraih poin maksimal di setiap laga.

Sebelum turun di Liga 1, para pemain Arema FC sudah merasakan kesungguhan presiden anyar terkait janji bonus itu. Pada laga uji coba melawan Persis Solo beberapa waktu lalu, mereka telah mendapatkan bonus khusus. Meski tidak menang di pertandingan itu, mereka diguyur bonus senilai Rp 150 juta. Ke depan, selama kompetisi berjalan, Gilang menyebut bila hal serupa akan ia lakukan kepada timnya.

”Intinya apa yang menjadi kebutuhan tim akan kami coba penuhi. Termasuk salah satunya adalah terkait bonus,” kata dia.

Berkaca dari bonus-bonus yang selama ini sudah dikucurkannya, bila mampu menang di setiap laga, para pemain bisa mendapat tambahan pemasukan sampai ratusan juta. Selain hal tersebut, kini para pemain juga makin nyaman perihal gaji. Sebab sejak awal Gilang telah berkomitmen untuk selalu memenuhi apa yang menjadi hak dari para pemain tersebut. Prinsip tidak boleh telat memberikan gaji ke pemain, pelatih, sampai official tim Singo Edan disematkannya.

Beragam fasilitas wah yang telah diberikan manajemen Singo Edan itu diharapkan tidak membuat pemain terlena. Sebab sejak awal janji-janji itu disampaikan untuk menambah motivasi mereka.

Selain dukungan finansial, modal lain kini juga dimiliki tim Singo Edan jelang turun di Liga 1. Komposisi pemain yang mumpuni sudah dimiliki tim besutan Eduardo Almeida. Mulai dari barisan belakang, tengah, sampai depan ada pemain-pemain yang berlabel timnas. Seperti di pos kiper, ada nama Teguh Amiruddin dan Kurniawan Kartika Aji yang sempat bermain untuk Timnas Merah Putih di SEA Games.

Pada barisan belakang, ada nama Jhon Alfarizi, Bagas Adi Nugroho, Diego Michiels, dan Rizky Dwi yang juga sempat membela Timnas untuk event Internasional. Begitu juga dengan Hanif Sjahbandi, Dendi Santoso, Muhammad Rafli, Dedik Setiawan, dan Kushedya Hari Yudo.

Komposisi pemain yang ada saat ini juga cukup kompak. Sebab mereka umumnya sudah berada di tim Singo Edan cukup lama. Rata-rata dua musim. Alhasil, chemistry di antara mereka juga sudah terbentuk.

”Chemistry itu penting di sebuah tim, karena lewat itu bisa memunculkan hubungan positif layaknya keluarga di antara para pemain,” kata asisten pelatih Arema FC Kuncoro.

Sebagai olahraga kelompok yang dimainkan 11 orang, kekompakan memang menjadi modal penting. ”Apabila hal tersebut sudah klop, menurutnya tim akan siap untuk menang dan kalah bersama,” kata dia.

Modal lain yang dimiliki tim Singo Edan adalah waktu persiapan. Mereka sudah menggeber rutinitas latihan sejak bulan April lalu. Ketika kebijakan PPKM diterapkan, mereka juga tetap berusaha latihan. Meskipun harus berpindah-pindah tempat dan sembunyi-sembunyi untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sebelum jadwal Liga 1 diresmikan, Arema FC juga sudah menggelar pemusatan latihan selama 10 hari di Solo dan Jogjakarta.

Rangkaian laga uji coba juga sudah dilakukan. Tercatat sejak April lalu sudah 6 kali laga uji coba dilakoni Dendi Santoso dan kawan-kawan. Hasilnya, mereka mampu menang sebanyak 4 kali, imbang 1 kali, dan kalah 1 kali.

Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut, jumlah laga uji coba itu sebenarnya kurang ideal. Sebab sejak awal ia ingin agar timnya bisa melakoni 16 kali laga uji coba sebelum turun di Liga 1.

”Sebab dari situ (uji coba) kami bisa memperoleh banyak informasi terkait perkembangan tim ini. Apa yang menjadi kekurangan dan kelebihannya,” kata pria asal Portugal itu.

Enggan mempermasalahkan soal itu, dia terus fokus mempersiapkan timnya. Sebab disebut Eduardo, di tengah kebijakan PPKM, tiap tim memang kesulitan untuk mengembangkan program persiapan. ”Yang penting kami terus berproses. Kini, semuanya sudah siap untuk memulai pertandingan pertama di liga,” paparnya. Para pemain disebutnya sudah cukup siap untuk turun di laga melawan PSM Makassar, besok (5/9).

Ditambahkan Eduardo, kini para pemain mulai bisa menerjemahkan keinginannya. Salah satunya yakni bisa memainkan peran di beberapa posisi. Contohnya adalah Hanif Sjahbandi. Selain berperan sebagai gelandang bertahan, pemain asal Bandung itu juga mampu bermain sebagai center back. Alhasil, ketika dibutuhkan tim pada momen-momen khusus, Hanif bisa diandalkan Eduardo. Contoh lainnya yakni Carlos Fortes, yang bisa bermain di semua posisi penyerangan.
Kondisi tersebut dinilai Eduardo merupakan hal yang bagus. Sebab, dia bisa punya banyak opsi apabila ada pemain yang absen.

”Kompetisi selalu berjalan panjang, karena itu kami butuh kedalaman skuad,” tutupnya. (gp/by/rmc) Editor : Shuvia Rahma
#liga 1 2021 #Arema FC #gilang widya pramana #liga 1