Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Membongkar "Dapur" Pelatih Arema FC Musim 2021/2022

Shuvia Rahma • Sabtu, 9 Oktober 2021 | 16:06 WIB
Eduardo Almeida, Pelatih Kepala Arema FC (Darmono/Radar Malang)
Eduardo Almeida, Pelatih Kepala Arema FC (Darmono/Radar Malang)
MALANG - Di balik nama Eduardo Almeida, ada enam orang yang bahu membahu memimpin skuad Singo Edan untuk mengarungi kompetisi BRI Liga 1 musim 2021/2022. Tak kalah penting dengan kontribusi pelatih, enam orang ini juga memiliki peran krusial bagi tim.

Tim pelatih Arema FC musim ini bisa dibilang gemuk. Tercatat ada tujuh nama yang masuk di dalamnya. Pertama yakni pelatih kepala Eduardo Almeida. Selanjutnya ada duet Singgih Pitono dan Kuncoro sebagai asisten pelatih. Pada pos pelatih fisik ada nama Siswantoro.
Sementara di pos pelatih kiper ada dua nama, yakni Jarot Supriadi dan Felipe Americo. Tak cukup dengan itu, tim Singo Edan juga menambahkan sosok F.X. Yanuar sebagai analis video.

Photo
Photo
Pelatih kiper Arema FC Jarot Supriadi (Darmono/Radar Malang)

Satu di antara mereka saling menunjang kinerja. Contohnya Eduardo Almeida dan Kuncoro. Sebagai sosok yang cukup lama berada di tim Singo Edan, Kuncoro dipercaya menjadi penghubung antara Eduardo dengan para pemain. ”Saya bertugas memberikan informasi mengenai bagaimana pemain-pemain di sini (Arema FC) dan karakter mereka,” jelas Kuncoro.

Selama ini, Kuncoro juga dikenal dekat dengan para pemain Arema FC. Lewat dirinya lah informasi seputar pemain akan didapat tim pelatih. Kalau di sebuah perusahaan, peran Kuncoro di Arema FC sudah seperti Manager HRD (human resource development). Masukan-masukan dari dia menjadi salah satu modal bagi Eduardo Almeida untuk mengenal karakter pemain lokal. Dari eks penggawa Arema era Galatama itulah adaptasi Eduardo dengan tim Singo Edan juga bisa berlangsung lancar.

Photo
Photo
Asisten
pelatih Arema FC Kuncoro (Darmono/Radar Malang)

Selain menjadi ”jembatan” antara Eduardo dengan pemain, Kuncoro juga menjadi salah sosok yang mampu menjaga keharmonisan tim. Kehadirannya selalu bisa merekatkan hubungan antar elemen tim. Sering kali dia juga berperan mencairkan suasana. ”Saat bercanda memang ada. Tapi saat serius semua wajib fokus,” kata eks pemain Persija Jakarta era Galatama itu.



Selain peran tersebut, Kuncoro juga mengaku kerap membantu Eduardo Almeida untuk membuat catatan saat latihan. Ketika game internal berlangsung, dia ikut memantau dan memberikan masukan ke pemain. ”Kami saling memberikan masukan. Jadi informasi pelatih terkait tim bisa lebih banyak lagi,” jelasnya.

Photo
Photo
Analisis video F.X. Yanuar Wahyu (Darmono/Rdar Malang)

Senada dengannya, asisten pelatih Singgih Pitono juga melakukan tugas serupa. Dia turut memantau proses game internal dan program latihan. Berkat perannya, tidak ada pemain yang lolos dari pengamatan tim pelatih. ”Dengan itu semua program latihan bisa berjalan sesuai tujuan diharapkan,” kata Singgih.

Dia mengibaratkan bila kini tidak ada pemain yang bisa 'nyuri' atau mengurangi beban latihan. Lewat pengalamannya yang pernah menjadi top skor liga, Singgih juga kerap memberikan masukan kepada para penyerang Arema FC. Kiat-kiat saat berada di depan gawang sering ia sampaikan.

Sementara itu, untuk tanggung jawab memantau kondisi fisik pemain, sosok Siswantoro lah yang bertanggung jawab. ”Saat awal musim dulu saya mendapatkan bagian untuk peningkatan kondisi pemain,” jelasnya. Bersama pelatih kepala, dia menyusun program untuk meningkatkan aspek tersebut. Setelah pertandingan, perhatian terhadap recovery pemain juga menjadi tugasnya.

Photo
Photo
Asisten
pelatih Arema FC Singgih Pitono (Darmono/Radar Malang)

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, Siswantoro kerap memimpin latihan di awal bersama Singgih Pitono. Dia menjadi pemandu pemanasan dengan atau tanpa bola. Sama seperti Singgih, lewat pengalamannya, Siswantoro juga kerap memberikan masukan kepada pemain belakang. Sebagaimana diketahui, saat aktif bermain dia merupakan pemain yang berposisi sebagai defender.

”Semua selalu dikondisikan oleh tim pelatih. Intinya pemain harus mengerti posisi intinya. Kami juga harus tahu kapan menjadi bapak, guru, dan pelatih,” jelasnya.

Kolaborasi serupa juga tersaji di sektor penjaga gawang. Duet Felipe Americo dan Jarot Supriadi saling melengkapi. ”Kami saling membantu dan itu bagus,” kata Felipe. Keduanya juga kerap bertukar pikiran. Biasanya hal tersebut dilakukan saat proses evaluasi. ”Kami sama-sama melakukan analisis rekaman video. Kami juga banyak bicara soal semua kiper Arema,” imbuh pria asal Brazil itu. Dari rutinitas itu, ide-ide baru terkait program latihan kerap muncul.

Sementara itu, F.X. Yanuar Wahyu yang berperan sebagai analisis video juga punya peran sentral. Dia bertugas untuk membuat catatan detail mengenai calon lawan yang akan ada dihadapi. Selain itu, dia juga harus membuat catatan terkait program para pemain Arema FC. ”Setelah latihan saya evaluasi melalui data video yang saya dapat,” jelasnya.

Photo
Photo
Pelatih fisik Arema FC Siswantoro (Darmono/Radar Malang)

Apabila ditemukan ada kesalahan yang bersifat taktikal, dia akan menginformasikannya kepada Eduardo Almeida.



Dengan tugas itu, dia juga diwajibkan menguasai keterampilan editing video. ”Supaya lebih jelas saat dipresentasikan ke pemain atau ke pelatih,” kata dia.

Photo
Photo
Asisten pelatih kiper Arema FC
Felipe Americo (Darmono/Radar Malang)

Di setiap sesi latihan, Yanuar kerap memasang kamera yang ditujukan untuk merekam. Sedangkan, untuk analisis tim lawan, kegiatan yang dilakukannya yakni mengumpulkan video pertandingan dari laga-laga sebelumnya. Saat sesi latihan, F.X. Yanuar juga berperan sebagai penerjemah Eduardo.

Di sisi lain, meski sudah mendapat laporan dari asisten pelatih, Eduardo Almeida tetap rajin melakukan pengamatan. ”Saya selalu membuat catatan,” jelasnya.

Itu terlihat dari kebiasaannya membawa buku di setiap sesi latihan. Usia latihan, umumnya dia akan melakukan analisis dari data yang diterimanya. ”Usai dari lapangan saya tetap melanjutkan pekerjaan. Menyusun program, analisis video, sampai berusaha memecahkan persoalan tim di lapangan,” imbuh pria asal Portugal itu.

Tugas mengawasi pemain juga dilakukan dia, khususnya kepada penggawa asing. Selain itu, bersama pelatih lainnya dia juga bersama-sama menyusun program latihan fisik. ”Saya beruntung memiliki tim yang selalu saling support,” kata dia. Sedangkan ketika pertandingan, dia juga wajib memutuskan skema yang tepat. Meski menguras tenaga dan pikiran, dia mengaku bisa menikmati tugas tersebut. ”Kami melakukan hal itu bersama dengan tim, jadi bukan hal yang sulit,” jelasnya. (gp/by/rmc) Editor : Shuvia Rahma
#tim pelatih arema #Arema FC #BRI Liga 1 #Eduardo Almeida