Pelatih Singhasari FC Choirul Huda tidak memungkiri, latihan yang dilakukan anak asuhannya bisa dibilang kurang maksimal. Ini karena pada setiap latihan yang digelar satu minggu tiga kali itu, pemain yang hadir sering tidak lengkap. Kendala jarak domisili para pemain dengan tempat latihan di Stadion Talok, Turen, Kabupaten Malang yang menyebabkan pemain jarang komplet ketika mengikuti latihan.
"Masalahnya pemain ini tidak di mes. Dengan situasi tersebut, masalah kondisi fisik pemain, kami tidak bisa kontrol. Membangun kekompakan juga susah kalau setiap latihan tidak lengkap," ujar Huda.
Masalah lain yang dihadapi oleh tim kepelatihan yakni kurangnya jam terbang penggawa Singhasari FC. Pasalnya, mayoritas pemain baru melakukan debut di Liga 3 pada tahun ini. Dari skuad musim lalu, hanya tersisa satu pemain yang dipertahankan untuk kompetisi musim ini.
"Tapi saya terus berikan motivasi kepada anak-anak, karena semuanya butuh proses tidak bisa instan. Meskipun mereka debutan, jika berlatih dan mengikuti instruksi dengan baik, mereka bisa tampil maksimal," ungkap Huda.
Untuk sedikit menambal kekurangan, manajemen merekrut tiga pemain senior eks Persekam Metro FC. Kehadiran ketiga pemain itu diharapkan langsung memberikan perbedaan di lapangan.
"Terus terang kita kendala di kiper, dua minggu terakhir ini kedatangan kiper baru. Alhamdulillah bisa menutup karena memiliki kualitas lebih bagus," bebernya.
Rencana uji coba juga telah disiapkan untuk memberikan adaptasi yang cukup kepada seluruh penggawa Singhasari FC. Huda mengaku, untuk uji coba dia memilih lawan yang selevel. Agar anak asuhannya terbiasa menghadapi lawan sesungguhnya yang akan bertemu di Liga 3 nanti.
"Kami memang sengaja memilih lawan selevel seperti Persikoba Batu. Agar anak-anak bisa adaptasi, kalau lawan level di bawahnya tidak bisa mengukur kemampuan sebenarnya," tandas Huda. (cj7/abm/rmc) Editor : Farik Fajarwati