Hasrat menuju kepada title tersebut diakui Dendi ada pada setiap musimnya. Apalagi, baru-baru ini dia telah sukses menjadi pemain Arema FC yang mencatatkan 100 penampilan di Liga 1. ”Ya jelas saya ingin gantung sepatu di sini (Arema). Sebab sudah sangat lama bermain di tim ini. Sejak kecil,” jelasnya.
Pengabdian Dendi bersama tim Singo Edan sudah dimulai di musim kompetisi 2008/2009 lalu. Tepatnya ketika di masih berusia 18 tahun. Sebelum itu, sekitar 4 tahunan Dendi terlebih dahulu menimba ilmu di tim akademi dan junior Arema. Tepatnya dimulai dari tahun 2004 sampai 2008. Selama masa tersebut, ada banyak suka dan duka yang mengiringi perjalanan karir Dendi. Dia sempat mengalami cedera parah yang membuatnya absen lama dari sepak bola.
Dia juga sempat merasakan manisnya perjalanan di karir sepak bola. Itu terjadi ketika dia sukses mempersembahkan trofi liga dan turnamen. Beranjak dari cerita panjang itulah dia ingin terus membela Arema FC hingga penghujung karirnya. ”Semoga cita-cita tersebut (pensiun di Arema) tercapai,” harapnya.
Kepada koran ini, Dendi turut membeberkan alasan mengapa dirinya sulit untuk meninggal Arema FC. Menurut dia, pihak keluarga sudah sangat nyaman tinggal di Malang. Selain itu, dia juga telah mempunyai kedekatan dengan para suporter. ”Pencapaian-pencapaian saya selama ini juga karena Arema,” tuturnya.
Meski sangat siap untuk mengakhiri karir sebagai pemain di tim Singo Edan, dia mengaku masih memberikan yang terbaik untuk tim. ”Terdekat, targetnya adalah bermain konsisten dan terus menunjukkan penampilan terbaik di setiap pertandingan Arema,” kata Dendi.
Terpisah, Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana juga berharap kalau Arema adalah klub terakhir untuk pemain berusia 31 tahun itu. ”Dia sudah mencatatkan 100 penampilan di Liga 1. Semoga nantinya juga diakhiri di sini (Arema),” jelas owner Juragan 99 tersebut. Predikat one man, one club dinilai tepat untuk Dendi Santoso.(gp/by/rmc) Editor : Farik Fajarwati