Tak hanya rekor Maringa, hasil imbang tersebut juga membuat Arema FC mengakhiri rekor kemenangan secara beruntun di BRI Liga 1. Seperti diketahui, sebelumnya mereka sudah dicatatkan sebanyak empat kali.
Hasil itu sekaligus menjadikan mereka salah satu tim yang sejauh ini banyak mencatatkan hasil draw. Tercatat, Singo Edan sudah empat kali berbagi poin dengan lawannya.
Hal ini dapat menjadi pelajaran penting bagi Arema FC sebelum menghadapi dua laga derby Jatim secara beruntun. Pelajaran pertama, yakni menjaga fokus dan konsentrasi sampai pertandingan benar-benar berakhir. Di laga selanjutnya, pemain juga jangan sampai cepat puas untuk menjebol gawang lawan. Defisit gol sebanyak-banyaknya perlu ditekankan pada setiap penggawa.
Meski mendominasi jalannya pertandingan, mereka dibuat kelimpungan saat sepakan jarak jauh Edo Febriansyah di menit 92 menyamakan skor menjadi 2-2. Pasca gol itu tercipta, tim Singo Edan sebenarnya punya tiga kesempatan untuk mencetak gol kemenangan. Semua lewat skema bola mati. Namun keberuntungan masih belum berpihak pada anak asuh Eduardo Almeida. Tambahan waktu empat menit yang diberikan wasit di babak kedua pun tak mampu membuat skor berubah.
Skor imbang itu menjadi kabar menyesakkan bagi para pendukung Arema FC. Sebab selama jalannya laga, semua pemain sudah berjuang habis-habisan untuk mendapat kemenangan. Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan juga sudah tampil gemilang. Keduanya sudah ’pecah telur’ dengan mencetak masing-masing satu gol. Yudo di menit 25. Dedik di menit 46.
Kini, meski Arema FC tetap berada di posisi keempat klasemen sementara BRI Liga 1, jarak poin mereka dengan tim pemuncak mulai menjauh, yakni 6 poin. Sedangkan dengan runner-up sementara, yakni Persib Bandung, kini berjarak 3 poin. Di atas Arema FC ada PSIS Semarang yang sudah mengumpulkan 18 poin, ada dua poin lebih banyak.
Cerita pahit melawan Persita Tangerang malam kemarin disebut Dedik Setiawan diakibatkan faktor kelengahan. ”Kami sempat kehilangan fokus dan konsentrasi di menit akhir pertandingan,” kata pemain asal Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang itu. Evaluasi dari pertandingan malam kemarin menurutnya penting untuk menatap dua laga derby Jatim selanjutnya. Pertama melawan Madura United senin pekan depan (1/11). Kedua melawan Persebaya Surabaya, 5 hari berikutnya. ”Kami akan berbenah dan segera fokus di laga selanjutnya,” imbuh Dedik.
Senada dengan dia, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida juga menyebut bila pemainnya sudah melakukan segala cara untuk menang. Mulai dari melakukan pressing ketat dan memegang kendali permainan. Namun, di akhir laga timnya harus kecolongan. ”Tentunya kami ingin menang, namun hasil memang berbicara lain,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Menurut dia, setelah gol penyeimbang kedudukan 2-2, para pemainnya juga langsung memberikan respons yang bagus. Dilakukan dengan memberikan tekanan bertubi-tubi. Namun upaya itu belum membuahkan hasil yang diharapkan. ”Setelah dua kemenangan (di seri kedua), lalu imbang, tentu ini bukan hasil yang kami inginkan,” jelasnya. Karena itu, dia memastikan bila evaluasi akan dilakukan sebelum turun di laga selanjutnya.
Selama jalannya babak kedua, pressing dan determinasi dari pemain Arema FC memang lebih mengendur. Itu bisa dilihat dari banyaknya peluang yang tercipta. Selama babak pertama, koran ini mencatat ada 8 peluang yang mampu diciptakan Dedik Setiawan dan kawan-kawan. Sementara di interval kedua, tepatnya sebelum gol penyeimbang dari Persita tercipta, hanya ada dua sampai tiga peluang saja yang mampu diciptakan mereka.
Hasil imbang kemarin membuat Arema FC mengakhiri rekor kemenangan secara beruntun, yang sebelumnya sudah dicatatkan sebanyak empat kali. Hasil itu sekaligus menjadikan mereka salah satu tim yang sejauh ini banyak mencatatkan hasil draw. Tercatat, tm Singo Edan sudah berbagi angka dengan lawannya sebanyak 4 kali.
Sedangkan dua gol yang kemarin bersarang ke gawang mereka juga menyudahi rekor clean sheet Adilson Maringa secara beruntun. Sebelumnya, pemain asal Brazil itu sukses melewati 5 pertandingan beruntun di BRI Liga 1 tanpa kemasukan gol sama sekali. Catatan itu menyamai rekor kiper Barito Putera Aditya Harlan, yang juga mampu clean sheet sebanyak 5 kali secara beruntun.
Terpisah, Pelatih Kepala Persita Tangerang Widodo C Putro mengaku kalau hasil kemarin merupakan buah dari instruksinya yang dapat dilaksanakan pemain dengan baik di lapangan. Di awal laga, dirinya mewanti-wanti agar tiap penggawa bisa memanfaatkan kondisi lapangan yang licin dengan membuat tembakan langsung saat ada kesempatan. ”Kami sudah analisa sisi kelebihan dan kelemahan lawan kami,” jelasnya mengungkapkan apa kunci Persita mampu menahan Arema FC.
Selain hal tersebut, dia juga menyebut bila para pemainnya mampu tampil kompak. ”Hari ini kami juga bermain dengan chemistry yang bagus,” tutur pria yang kerap kali disapa WCP itu. Alhasil, modal itu terus memberikan energi dan motivasi para pemainnya hingga menit akhir pertandingan. Ke depan, Widodo berharap anak asuhnya tidak cepat puas. Sebab masih banyak pertandingan yang akan dijalani mereka. ”Saya harapkan untuk fokus pada pertandingan berikutnya,” jelasnya. (gp/by)
Editor : Farik Fajarwati