Seperti diketahui sebelumnya, ketiganya memang wajib menjalani masa karantina sepulang dari turnamen Piala AFF di Singapura. Dedik dan kawan-kawan mulai menjalani karantina pada Minggu lalu (2/1). Mereka menjalani aktivitas tersebut di salah satu hotel yang ada di Jakarta.
Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI Yunus Nusi menyebut bila pemerintah memahami situasi yang dihadapi pemain timnas di Singapura. Sehingga masa karantina mereka bisa lebih cepat. "Kami bersyukur pemerintah memahami itu (protokol ketat saat di Singapura, red)," kata dia. Kembalinya ketiga pemain tersebut tentu menjadi sebuah keuntungan bagi Arema FC. Sebab itu membuatnya ketiganya punya waktu untuk menjalani recovery dan beradaptasi dengan tim.
Sebagaimana diketahui Dedik dan Yudo cukup lama tidak berlatih dengan skuad Singo Edan. Dimulai tepat pada bulan November 2021 lalu. Kembalinya Yudo, Dedik, dan Rizky diakui Eduardo Almeida menjadi sebuah hal yang menggembirakan. Sebab, pada putaran kedua dia membutuhkan semua potensi yang dimiliki tim untuk bisa bersaing di papan atas.
"Tentunya kami senang skuad tim semakin komplet. Ini bisa menjadi hal bagus untuk ke depannya," terang pria asal Portugal tersebut. Ketika kembali ke tim, Eduardo mengaku bakal memantau kondisi para pemainnya itu. Sebab, ketika karantina dilakukan, diprediksi tidak banyak aktivitas yang bisa mereka lakukan. "Kami akan melihat kondisi terakhir mereka dulu," jelas juru taktik berlisensi UEFA pro itu. (gp/by) Editor : Bayu Mulya Putra