Saat ini, mereka sudah mengoleksi 49 poin dari 24 laga. Bila mendapat tambahan 15 poin, mereka bisa finish dengan koleksi 64 poin. Jumlah tersebut adalah poin yang didapatkan Bali United ketika menjadi juara Liga 1 musim 2019 lalu. Namun, bila berkaca pada musim 2017, Singo Edan minimal butuh tambahan 19 poin. Sebab, ketika itu Bhayangkara FC yang menjadi juaranya sukses mengoleksi 68 poin di akhir kompetisi.
Harus mengumpulkan minimal 15 poin terbilang bukanlah hal yang sulit. Sebab, dengan sistem saat ini, di mana laga bakal digelar di tempat netral, peluang mereka untuk menang sama. Persentasenya 50:50. Semuanya bakal bergabung pada performa dan bagaimana kebugaran pemain saat tampil. Meski begitu, namun mereka tetap butuh kerja yang benar-benar ekstra. Sebab, di 10 pertandingan ke depan, mereka bakal menghadapi lawan-lawan yang tidak mudah.
Malah, beberapa harus tampil di partai big match dan derby Jawa Timur. Di antaranya laga melawan Persita, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Bali United, PSM Makasar, Madura United, Borneo FC, sampai Tira Persikabo. Peluang tiga poin lebih mudah untuk mereka adalah ketika berhadapan dengan Persik Kediri 27 Maret dan Barito Putera 5 Maret mendatang. Salah satu indikasinya bisa dilihat dari pertemuan terakhir kedua tim.
Walaupun bakal dihadapkan perjalanan yang tidak mudah ke depan. Namun, tim pelatih Singo Edan tetap percaya diri kalau Dendi Santoso dan kawan-kawan bisa mengamankan gelar. Salah satu yang menjadi dasar keyakinan mereka adalah capaian tim yang saat ini belum kalah di 21 pertandingan. ”Kami masih sangat optimistis. Sebab memang kesempatan masih terbuka,” kata Asisten Pelatih dan Analis Video F.X. Yanuar Wahyu.
Ya, dengan jarak poin yang tidak berbeda jauh antara peringkat satu sampai empat, segala kemungkinan memang masih terbuka. Contohnya Arema FC, yang saat ini punya poin sama Bhayangkara FC, yakni 49 poin. Sedangkan Bali United ada di urutan ketiga dengan mengumpulkan 48 poin. Persib Bandung di urutan keempat sudah mengoleksi 46 poin, tapi mereka masih menyisakan satu pertandingan lagi.
Senada dengan Yanuar, para penggawa Arema FC juga masih optimistis timnya bisa mewujudkan mimpi menjadi juara. ”Kami memang kehilangan poin penuh di laga sebelumnya. Tapi, itu bukanlah hal yang mengakhiri upaya tim untuk ke sana (juara),” kata Fabiano Beltrame. Baginya, perjalanan masih panjang, dan tim harus terus optimistis bisa berada di puncak klasemen sampai akhir kompetisi. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra