Pemain asal Kabupaten Malang tersebut sudah mencatatkan 22 penampilan di musim ini. Rinciannya, 14 kali menjadi pemain inti, dan 8 kali turun dari bangku cadangan. Selama waktu tersebut, dia menorehkan 25 tackle, 38 intercept, 3 clearance, 37 fouls, dan 5 shoot.
Jayus menyebut bila kesempatan tampil itu tidak datang secara kebetulan. Ada usaha keras yang dilakukannya. ”Harus berusaha menunjukkan yang terbaik di latihan dan saat dipercaya tampil,” kata Jayus kepada koran ini. Selain hal tersebut, dia juga mengaku harus pintar-pintar menjaga kondisi fisik. ”Saat kondisi bagus, tentunya peluang main akan lebih besar. Berkat itu saya berusaha mengatur dengan baik pola makan dan istirahat,” kata pemain bernomor punggung 14 itu.
Rahasia lain yang digunakan eks pemain Persema Malang junior itu adalah belajar dari masa lalu. Ya, kartu merah yang sempat dia terima saat Arema FC memulai musim ini membuat dia lebih hati-hati. ”Dari kejadian itu (kartu merah, red) memang membuat saya banyak belajar,” paparnya. Selama di lini tengah Arema FC, Jayus kerap bergonta-ganti pasangan. Dia sempat berduet dengan Renshi Yamaguchi, Hanif Sjahbandi, dan Sandi Sute. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra