Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berbekal Dilatih Kakak, Cinta Bisa Kuasai Empat Kejuaraan

Mardi Sampurno • Minggu, 10 April 2022 | 15:00 WIB
Photo
Photo
SEJAK kelas 3 SD,  Cinta Puspita Indrasari Putri Ngabalin sapaan karibnya, mengaku sering melihat kakak dan pamannya berlatih tinju. Dari sana, perlahan Cinta,sapaan akrabnya, mulai mengerti teknik-teknik tinju.

Sejak saat itu juga lah ketertarikannya pada olahraga yang membesarkan nama Muhammad Ali tersebut mulai tumbuh. Di lingkungan keluarganya, tinju memang bukan dunia yang asing. Dari enam bersaudara, empat orang memilih fokus menggeluti olahraga tersebut. Termasuk Cinta, yang menjadi anak kelima.

Tak sulit bagi dia untuk terus berkembang. Sebab orang tuanya selalu memberikan dukungan penuh kepadanya. Baik dalam proses latihan, maupun pertandingan. Setelah mengenal dan mulai tertarik, gadis kelahiran 14 Maret 2009 itu akhirnya ikut mempelajari olahraga tersebut saat duduk di bangku SD.

Cinta mengawali semuanya dengan belajar teknik-teknik dasar tinju. Seperti melakukan teknik pukulan jab dan straight. Di awal-awal, dua variasi pukulan itulah yang kerap diandalkan dia. ”Dulu memang belum paham dan bingung tentang variasi pukulan, tapi sekarang sudah banyak mengerti dan lebih enjoy,” kata pelajar kelas tujuh SMPN 1 Batu tersebut. Perjalanannya mengikuti kejuaraan dimulai tahun 2017, dengan mengikuti event Brebes Fight. Kejuaraan itu setingkat nasional, dan diikuti banyak petinju cilik dari pelosok negeri.

Pelatih yang juga kakak nomor satu Cinta, Randy Ngabalin, menyebut bila adiknya langsung antusias saat ditawari mengikuti kejuaraan tersebut. ”Waktu itu ada syarat berat badan petinju harus 25 kilogram. Akhirnya saya coba tawarkan pada Cinta, kebetulan beratnya memenuhi standar, dan dia langsung setuju,” kata dia. Di kejuaraan junior tersebut, Cinta mendapat dua jatah bertanding. Termasuk satu laga di partai final.

Berbeda dengan kelas senior, tiap pertandingan di kelas yang diikuti Cinta durasinya hanya dua menit saja. ”Saat itu dia (Cinta) selalu menang, dan akhirnya dapat medali emas,” tambah Randy. Pasca mengikuti kejuaraan itu, nama Cinta di dunia tinju mulai dikenal luas. Dia menjadi sering bolak-balik dari Batu ke Jakarta untuk memenuhi undangan dari beberapa acara televisi. ”Dulu dalam sebulan ada lima kali ke Jakarta,” kata Randy.

Lewat undangan itu, pada tahun 2018 lalu Cinta mendapat kesempatan langka. Yakni bertemu dengan idola sekaligus petinju legendaris Indonesia Chris John. Randy menyebut bila adiknya itu punya beberapa kesamaan dengan Chris John. Salah satunya yakni sama-sama bertipikal counter boxer, atau kerap menunggu lawan memukul baru membalas. Kunci dari gaya itu adalah cerdas dalam membaca serangan lawan. Pasca mengikuti kejuaraan nasional di Brebes, Cinta makin percaya diri untuk turun di event lainnya.

Prestasi yang disabetnya juga cukup impresif. Seperti saat meraih medali emas di ajang Bupati Cup Lumajang 2018 lalu. Lalu meraih medali perak di Kejurnas Walikota Cup Batu 2021. Yang terbaru, pada 25 sampai 26 Maret lalu, dia kembali mendapat medali emas di ajang Rookie Fight 2. Dalam ajang berskala nasional yang digelar di Hotel Santana Syariah Kepanjen itu, dia juga mendapat apresiasi lain. Yakni masuk sebagai nominasi petinju berbakat putri se-Indonesia. ”Yang memberikan nominasi itu dari dewan wasit hakim yang bertugas di ajang Rookie Fight,” kata Randy.

Selain Cinta, dari Kota Batu juga ada nama Prasetyo yang menyabet predikat sebagai petinju terbaik di ajang tersebut. (ifa/by) Editor : Mardi Sampurno
#kejuaraan #Petinju Wanita #radar malang #tinju