Tak terkecuali oleh penggawa anyar Arema FC. Sejak diperkenalkan beberapa hari lalu, Andik Redika Rama memilih nomor punggung 24 di tim Singo Edan. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia menyebut bila nomor itu sebenarnya bukan favoritnya. ”Nomor 24 ini langsung yang memilihkan adalah Pak Presiden (Gilang Widya Pramana),” jelas dia.
Sebagai bentuk respect, dia langsung mengiyakan saat disodori nomor 24 itu. Sebelumnya, pesepakbola berusia 29 tahun itu lebih identik dengan nomor 6. Sementara nomor itu juga identik dengan Evan Dimas Darmono, yang sama-sama berlabuh ke Arema FC untuk musim depan. Nomor 6 tersebut cukup lama melekat di jersey Rama-sapaan karibnya. Tepatnya dimulai sejak musim keduanya bersama Madura United di tahun 2018. Bagi Rama, angka 6 seolah membawa hoki. Sekaligus menjadi lambang yang menggambarkan persahabatannya dengan sejumlah pemain nasional.
Seperti Evan Dimas Darmono dan pemain PSS Sleman Misbakus Solihin. ”Kami memang janjian sama-sama menggunakan nomor punggung 6,” jelas eks pemain Persija Jakarta tersebut. Dia mengaku sejak kecil sudah mengenal dua pemain itu. Karena itu, Rama tidak meminta nomor yang digunakan Evan saat ini di Arema FC.
Sementara itu saat ditanya kenapa memilih nomor punggung 24 untuk Rama, Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana mengaku tidak ada alasan khusus. Dia hanya melihat bila mantan penggawa Madura United itu cocok dengan angka tersebut. ”Saya hanya berharap dengan mengenakan nomor itu nantinya Rama sukses di Arema FC,” tutur Owner J99Corp itu. Selain Rama, kabarnya Gian Zola juga menjadi pemain anyar Arema FC juga langsung diberikan nomor punggung oleh Gilang. Pemain asal Bandung itu saat ini menggunakan nomor punggung 11. Nomor tersebut sebelumnya dikenakan pemain asal Mojokerto Feby Eka Putra. Sama seperti halnya Rama, nomor punggung 11 juga pertama kali digunakan Zola di kompetisi Liga 1.
Sebelumnya, dia lebih sering memakai nomor 18 saat memperkuat Persela Lamongan musim lalu. Selain cerita pemberian nomor punggung oleh Gilang, ada juga kisah lain yang dibawa pemain baru Singo Edan. Seperti disampaikan Hasyim Kipuw, yang memilih nomor 15. Angka itu mengandung sebuah doa untuknya. Sebab nomor tersebut diambil dari tanggal spesial dari kedua orang tuanya. ”Nomor 15 itu saya ambil dari tanggal lahir ibu saya,” tutur bapak satu anak tersebut. Alhasil, dia percaya bila nomor punggung tersebut memberikan rezeki tersendiri untuknya. Selain itu juga menjadi pengingat baginya apabila sang ibu sedang bertambah umur.
Biasanya, Kipuw akan meminta doa dan restu terhadap segala hal yang dikerjakannya. Baik itu untuk urusan di dalam maupun luar sepak bola. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku sudah cukup lama mengenakan nomor 15. Dimulai ketika dia kembali bermain untuk PSM Makassar di tahun 2018. ”Insyaallah beberapa tahun menggunakan nomor ini juga membawa rezeki untuk saya,” jelas eks penggawa Bali United tersebut. Dalam perjalanannya, 15 merupakan nomor ketiga yang dia gunakan saat memperkuat Arema FC. Saat memperkuat Singo Edan di tahun 2013 lalu, dia menggunakan nomor 13. Sedangkan di musim 2015, dia memilih nomor punggung 59.
Selain Kipuw, Adam Alis juga mempunyai cerita menarik terkait nomor punggung yang dia pilih. Pemain asal Jakarta itu selalu identik dengan nomor punggung 18 di mana pun klub yang dia bela. Saking fanatiknya dengan nomor itu, pernah suatu ketika dia yang tidak bisa mengenakannya. Itu terjadi saat dia membela Sriwijaya FC di musim 2017. Saat itu, Adam Alis sempat berencana memakai nomor 99, dengan tanda tambah di tengah kedua angka itu (9+9). Tujuannya adalah melambangkan angka kesukaan tersebut.
Keputusan itu mirip seperti yang dilakukan pemain Inter Milan Ivan Zamorano. Ketika itu, nomor punggung pemain tersebut adalah 1+8. Itu dibuat Zamorano karena nomor punggung 9 di Inter Milan sudah digunakan Ronaldo Nazario. Adam sendiri mengaku sudah menyukai nomor punggung 18 sejak lama. Dia menyebut tidak ada alasan khusus. ”Saya suka saja dengan nomor punggung 18,” jelasnya.
Selain nama-nama itu, Evan Dimas Darmono juga punya nomor spesial. Selama ini dia memang identik dengan nomor punggung 6. Dia mulai mengenakan angka itu saat memperkuat Timnas U-19. ”Saya sebetulnya suka nomor 19, karena mengidolakan pemain Arema FC Ahmad Bustomi,” kata dia. Namun, seiring berjalannya waktu, nomor 6 ternyata sudah nyaman dia kenakan. Malah saat membela Persija Jakarta, dia sempat memakai nomor 8, lalu berpindah menjadi 6 lagi. (gp/by)
Editor : Mardi Sampurno