Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Catatan Minor di Awal Liga Berlanjut

Mardi Sampurno • Senin, 25 Juli 2022 | 16:00 WIB
TERPENGARUH GOL CEPAT: Jhon Alfarizi (kanan) berupaya merebut bola yang dikuasai M. Faturrahman di laga kemarin sore (24/7).
TERPENGARUH GOL CEPAT: Jhon Alfarizi (kanan) berupaya merebut bola yang dikuasai M. Faturrahman di laga kemarin sore (24/7).
SAMARINDA – Terakhir kali Arema FC menang di laga pembuka kompetisi terjadi pada 2016 lalu. Saat itu mereka bersua Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan, dan menang 2-0.  Setelah itu, Singo Edan belum pernah menang lagi ketika mengawali liga. Itu terjadi di musim 2017, 2018, 2019, 2021, dan terakhir kemarin sore (24/7).

Seperti banyak diketahui, kemarin sore (24/7) Jhon Alfarizi dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Borneo FC tiga gol tanpa balas. Menanggapi kekalahan tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida mengakui bila konsentrasi timnya kurang. ”Saya pikir kami tidak siap untuk memulai pertandingan. Sehingga kami harus merasakan dua gol (cepat) bersarang ke gawang kami,” kata pelatih asal Portugal tersebut.

Dua gol di menit ke-3 dan ke-6 itu, diakui Eduardo membuat rencana tim tidak berjalan. Apalagi, setelah dua gol tersebut anak asuh Milomir Seslija tampil dengan organisasi permainan yang bagus dan rapi. Akibatnya, pola permainan Singo Edan tak bisa berkembang. ”Tidak mudah untuk kami menyamakan kedudukan. Dan gol ketiga mereka (Borneo FC) turut mengakhiri laga,” jelas eks pelatih Semen Padang itu.

Dalam pertandingan kemarin sore, Arema FC seperti kehilangan roh mereka di awal laga. Akibatnya, tim berjuluk Pesut Etam itu dengan mudah menerobos pertahanan tim. Puncaknya, Ahmad Nur Hardianto mampu menjebol gawang Maringa di menit 3 dan 6. Mantan penggawa Singo Edan itu membuat dua gol usai memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Arema FC.

Sedangkan gol ketiga Borneo FC dibuat Muhammad Sihran pada menit 90+2. Pemain berusia 23 tahun itu membuat gol setelah mampu memanfaatkan bola rebound hasil tendangan Stefano Lilipaly. Akibat kekalahan itu, untuk sementara posisi Arema FC di klasemen harus terjun payung. Renshi Yamaguchi dan kawan-kawan berada peringkat ke-17. Kekalahan Arema FC itu menjadi yang terbesar kedua setelah Madura United mengalahkan Barito Putera dengan skor 8-0.

Pasca pertandingan itu, Eduardo memastikan bila pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh. ”Kami akan mulai menganalisis apa yang menjadi kekurangan kami besok (hari ini),” jelasnya. Dalam pertandingan kemarin sore, kedua kesebelasan sama-sama tidak tampil full team. Di kubu Borneo FC ada Javlon Guseynov dan Jonathan Bustos yang sbsen. Sedangkan di tim Arema FC ada Abel Camara yang tidak bisa tampil.

Saat ditanya wartawan koran ini terkait absennya Abel Camara, manajemen Singo Edan menyebut kalau sang pemain tidak siap. ”Dia kurang fit, akibatnya tidak bisa bermain,” jelas Media Officer Arema FC Sudarmaji. Berdasarkan informasi dari tim medis, pemain berusia 32 tahun itu cukup kelelahan akibat jadwal yang padat.

”Seperti kita ketahui, dia menjalani jadwal padat sejak fase adaptasi gabung tim,” tambah Sudarmaji. Sejak datang ke Malang, Abel memang langsung bermain di Piala Presiden 2022. Itu dilakukan setelah beberapa hari di diperkenalkan ke publik. Dari informasi yang diterima koran ini, sang pemain mengalami sedikit problem pada bagian perutnya. Itu dia alami saat malam hari sebelum laga berlangsung.

Sementara itu, mengenai kemenangan timnya kemarin sore, Pelatih Kepala Borneo FC Milomir Seslija menyebut bila apa yang dicapai berkat semua pemain bekerja dengan baik. Skema yang telah dipersiapkan sebelumnya juga bisa berjalan dengan maksimal. ”Setelah dua laga sebelumnya kami terus mencari solusi. Dan kami mendapatkannya di awal laga,” jelas eks Pelatih PSM Makassar itu.

Menurutnya, dua gol yang diciptakan Nur hardianto cukup istimewa. Sebab sang pemain mampu memanfaatkan peluang yang didapatkan dengan sempurna. ”Terkadang untuk menang tidak perlu bermain indah. Tapi, dengan memanfaatkan peluang sekecil apa pun dengan sebaik mungkin,” kata dia.

Senada dengan sang pelatih, Ahmad Nur Hardianto mengaku senang dengan hasil tersebut. ”Semoga kami ke depan lebih konsisten lagi untuk menang,” jelas eks pemain Bhayangkara FC itu. Lebih lanjut, Hardianto mengaku kalau sebelum laga semua rekannya memang bertekad untuk memperbaiki cerita dari partai final Piala Presiden 2022. Karena itu, sejak peluit berbunti mereka tampil dengan semangat tinggi. ”Sebelumnya kami kalah di final. Dan laga hari ini (kemarin), kami ingin menang. Alhamdulillah diberikan jalan untuk mewujudkannya,” kata dia.

Dalam perjalanannya, itu merupakan gol kesekian dari Ahmad Nur Hardianto ke gawang Arema FC, pasca dia berstatus mantan. Sebelumnya, saat membela Persita Tangerang di musim lalu, dia juga sempat membobol gawang Adilson Maringa. Itu terjadi tepat di putaran pertama BRI Liga 1 musim 2021/2022.

Di interval kedua laga kemarin, Arema FC sebenarnya bertekad untuk menyamakan skor dengan melakukan perubahan. Empat pemain langsung dimasukkan di menit-menit awal babak kedua. Mereka adalah Adam Alis, Hanis Saghara, Dedik Setiawan, dan Ilham Udin. Keempatnya menggantikan Renshi Yamaguchi, Muhammad Rafli, Irsyad Maulana, dan Gian Zola. Namun perubahan tersebut tidak membuahkan hasil. Sebab, pertahanan Borneo FC bisa dibilang tampil disiplin dan solid. (gp/by)

  Editor : Mardi Sampurno
#Arema FC #borneo fc