Menjawab pertanyaan itu, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida menyebut beberapa alasan di balik penunjukan pemain berusia 20 tahun itu.
”Dalam memilih pemain, kami selalu mempertimbangkan tiga hal. Yakni lawan, taktikal, dan kondisi mereka,” kata dia. Karena itu, Eduardo tidak sependapat bila ada istilah kalah saing untuk komposisi starting eleven.
Bagi dia, Figo adalah pemain yang cukup tepat mengisi lini belakang ketika Arema FC melawan Persija Jakarta. Analisisnya diambil dari persiapan tim dalam tiga hari terakhir. Secara umum, Eduardo menyebut kalau komposisi pemain timnya bisa berubah-ubah di setiap laga. Karena itu, dia mewanti-wanti agar semua pemain selalu siap. ”Tidak ada pemain inti dan cadangan. Semua status sama, yakni pemain Arema,” tegasnya.
Kembali mendapatkan kepercayaan tampil sejak menit awal melawan Persija menjadi kesempatan keempat untuk Figo di musim ini. Sebelumnya, dia juga dipercaya masuk 11 pemain pertama kala Singo Edan berhadapan dengan PSIS Semarang, PSS Sleman, dan Rans Nusantara. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno