Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Manajemen Ogah Larut dalam Tekanan, Semua Keputusan Butuh Pertimbangan Matang

Mardi Sampurno • Selasa, 30 Agustus 2022 | 15:32 WIB
DISOROT SUPORTER: Dendi Santoso (kanan) berusaha keluar dari pressing yang dilakukan pemain Persija Jakarta Firza Andika di laga Minggu malam (28/8). Setelah pertandingan, banyak kritikan yang datang ke tim Arema FC. (Darmono / Radar Malang)
DISOROT SUPORTER: Dendi Santoso (kanan) berusaha keluar dari pressing yang dilakukan pemain Persija Jakarta Firza Andika di laga Minggu malam (28/8). Setelah pertandingan, banyak kritikan yang datang ke tim Arema FC. (Darmono / Radar Malang)
MALANG KOTA - Manajemen Arema FC tahu betul bila tekanan untuk Eduardo Almeida terus bertambah. Kekalahan 0-1 atas Persija Jakarta menjadi salah satu penyebabnya. Meski begitu, saat ini mereka memilih untuk tidak larut dalam tekanan tersebut. ”Di internal klub, manajemen tentu melakukan pembenahan, namun saat ini kami tidak ingin terlibat dalam memberikan tekanan kepada tim. Baik itu kepada pelatih atau pemain,” jelas Manajer Arema FC Muhammad Ali Rifki. 

Pasca laga di pekan ketujuh BRI Liga 1, banyak pendukung yang gregetan dengan performa tim di bawah komando Eduardo. Tak sedikit yang menilai bila permainan Singo Edan belum menunjukkan karakter Malangan. Menanggapi hal itu, Ali Rifki menyebut kalau seluruh elemen tim juga sangat kecewa dengan hasil di laga melawan Persija Jakarta. ”Karena secara permainan, banyak sekali peluangnya. Bikin dada nyesek sekali melihat hasilnya,” terangnya. 

Sebagai pengingat, pada laga Minggu malam (28/8) itu, Arema FC cukup mendominasi. Mengacu statistik dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), tim asuhan Eduardo menciptakan 8 peluang berbanding 3 dengan tamunya. Lalu mempunyai 58 persen penguasaan bola. Serta 11 tembakan, yang tiga tepat sasaran. Sementara itu, Persija tampil dengan pertahanan yang solid. Mereka membuat 15 tackle, 28 intercept, 27 clearances, dan 4 save. 

Media Officer Arema FC Sudarmaji menambahkan, dalam mengambil keputusan di tingkat tim, tidak bisa dilakukan satu dua orang saja. ”Sekali lagi evaluasi tidak bisa dilihat dalam konteks hari ini kalah hari ini diputuskan. Diperlukan kehatihatian dan melibatkan banyak orang,” kata dia. Langkah itu perlu diambil karena ada risiko yang bisa dirasakan dari setiap keputusan. 

Dia meyakini, lewat proses yang bagus dan banyak diskusi, risiko buruk bisa diminimalisir. Lalu juga ditanggung bersama-sama. Seperti banyak diketahui, saat ini ada 5 klub yang sudah mengganti nahkoda timnya. Di antaranya yakni PSIS Semarang, Persib Bandung, Barito Putera, Persik Kediri, dan Persis Solo. Saat ini, Sudarmaji memastikan bila manajemen tetap terbuka terhadap semua saran dan kritik. ”Kami paham tidak ada suporter yang menginginkan kalah,” kata dia. 

Saat ini, fokus tim Arema FC yakni recovery. Usai kalah dari Persija Jakarta, tim pelatih memberikan waktu libur satu hari. Hari ini (30/8), mereka akan kembali berlatih. Ke depan, Dendi Santoso dan kawan-kawan masih mempunyai jeda selama sepekan sebelum bertandang ke markas Barito Putera. Pasca kekalahan atas Persija, Eduardo memastikan bila timnya tidak akan tinggal diam. ”Saya akan terus bekerja profesional untuk tim ini,” kata pelatih asal Portugal tersebut. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno
#Arema FC #Eduardo Almeida #Persija Jakarta #Tim Singo Edan #BRI Liga1