Panpel Barito Putera dinilai abai dengan hal teknis tersebut. Dengan denda itu, dipastikan sanksi untuk laga yang tersaji di pekan ketujuh itu telah bertambah. Sebab sebelumnya Singo Edan juga kena denda akibat oknum suporternya menyalahkan flare di laga tersebut.
Mengenai sanksi denda tersebut, pihak Arema FC menyebut bila itu bisa menjadi pelajaran bersama. Tujuannya agar pertandingan di BRI Liga 1 bisa berjalan lebih maksimal lagi. ”Semoga nanti bisa menjadi perhatian serius supaya tidak terulang,” kata Media Officer Arema FC Sudarmaji.
Sebab, lampu stadion terbilang cukup krusial. Mengingat lagalaga di BRI Liga 1 tidak hanya digelar pada sore hari saja.
”Bayangkan kalau matinya di saat pertandingan, tentunya bakal mengganggu,” imbuh pria asal Banyuwangi tersebut. Sebelumnya, manajemen Singo Edan memang sudah melaporkan kejadian padamnya lampu di Stadion Demang Lehman tersebut kepada PSSI. Saat itu, sesi official training hanya dilakukan Singo Edan beberapa menit. Untuk penerangan, mereka memanfaatkan lampu pada handphone. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno